Pemerataan Kualitas Sekolah Negeri dan Swasta Kota Pontianak

Warta 3  – 5 Maret 2012

Pemerataan sekolah baik kualitas pendidikan maupun sarana dan prasarana tidak hanya pada sekolah negeri namun juga berlaku pada sekolah swasta. Apabila sekolah negeri terus bertambah maka dikuatirkan sekolah swasta akan kekurangan murid. Sehingga berdampak pada kualitas pendidikan yang rendah karena tidak adanya biaya operasional untuk membayar guru di sekolah swasta tersebut. Pernyataan itu disampaikan Walikota Pontianak, Sutarmidji.

Menurut Sutarmidji, penambahan sekolah negeri dilihat berdasarkan kebutuhan apakah sangat memungkinkan atau tidak. Sebagai contoh keberadaan sekolah swasta di Pontianak Tenggara cukup banyak. Apabila dilakukan pembangunan sekolah negeri maka sekolah swasta kekurangan murid dan hal tersebut yang tidak diinginkan oleh Pemerintah Kota. Menurutnya perkembangan sekolah swasta di Pontianak Tenggara jangan dihalangi. Sedangkan untuk siswa tidak mampu yang sekolah di sekolah swasta tersebut akan diberikan bantuan berupa beasiswa.

Sutarmidji menambahkan, pada tahun ini sebanyak 4 sekolah swasta mendapat bantuan berupa penambahan ruang kelas. Semua itu dilakukan agar gairah swasta untuk membuat sekolah, meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menjadi lebih baik.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak, Mansyur, berharap ada pemerataan antara sekolah swasta dan negeri dalam dalam memberikan pelayanan pendidikan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang mengarah pada pemberian pelayanan yang sama.

Mansyur menambahkan untuk tahun 2012, DPRD khususnya Komisi D mendorong agar dunia pendidikan di Kota Pontianak antara sekolah swasta dan negeri memiliki pelayanan dan kualitas yang sama. Sehingga masyarakat tidak berbondong-bondong memasuki sekolah negeri jika kualitas pendidikan swasta sama dengan negeri.

volarePemerataan Kualitas Sekolah Negeri dan Swasta Kota Pontianak