Pemindahan Pusat Pemerintahan Dapat Dilakukan Tanpa Membebankan APBN

Warta 3 – 12 April 2012

Wacana pemindahan Ibukota Republik Indonesia ke Kalimantan Tengah, Palangkaraya, menurut Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid, sudah ada sejak era pemerintahan Presiden Soekarno.

Ahmad Farhan menjelaskan bahwa Palangkaraya merupakan daerah yang memiliki dukungan alam yang cukup bagus, diantaranya kekayaan alam, tanah yang stabil dan relatif aman dari gempa bumi baik tektonik maupun vulkanik.

Selain itu wacana pemindahan ibukota ini juga dikarenakan Jakarta sudah penuh sesak dengan kendaraan dan selalu terjadi kemacetan sehingga terjadi ketidakefektifan pemanfaatan waktu dan terjadinya pemborosan bahan bakar minyak, yang menurut Ahmad Farhan telah terjadi pemborosan BBM hingga 40 triliun lebih per tahun di Jakarta.

Menurut Ahmad Farhan, apabila semua sudah yakin akan pemindahan pusat pemerintahan ini ke Kalimantan Tengah, dia percaya bahwa itu dapat dikerjakan tanpa harus membebankan APBN.

Ahmad menambahkan, ada cara tersendiri agar pemindahan pusat pemerintahan ini dapat dilakukan tanpa membebankan APBN. Dan hal itu telah disampaikan beberapa kali ke presiden. Namun hingga saat ini, pihaknya masih menunggu tanggapan dari presiden.

Ditambahkannya,untuk pemindahan pusat pemerintahan ini, semua pihak harus sepakat baik itu rakyat Indonesia, presiden maupun DPR RI. Dia yakin bahwa rakyat Indonesia umumnya sepakat akan wacana ini, terlebih lagi rakyat Kalimantan.

volarePemindahan Pusat Pemerintahan Dapat Dilakukan Tanpa Membebankan APBN