Warta 3 – 27 Juni 2012

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, Viryan Aziz mengungkapkan KPU se-Kalimantan Barat saat ini sedang melaksanakan pemuktahiran data/daftar pemilih. Perkembangan terakhir di Kota Pontianak dari data Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) sebanyal 463.000 hinggga 468.000 dan setelah dimuktahirkan hingga 26 Juni 2012 kemarin, data dan daftar pemilih sementara di Kota Pontianak sebanyak 415.874 pemilih.

Viryan Aziz mengatakan daftar pemilih sementara itu akan terus diperbaharui. Karena pada prinsipnya apa yang dilakukan KPU adalah akuntabilitas proses. Biasanya masyarakat lebih melihat kemungkinan adanya pemilih ganda atau pemilih yang belum terdaftar. Namun setelah memasuki proses pendataan,nantinya bisa diketahui kemungkinan tersebut.

Dikatakan Viryan Aziz, pihaknya sudah menyampaikan kepada Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) bahwa data yang dimuktahirkan dikumpulkan pada tanggal 15 Juni 2012 walaupun seharusnya pada tanggal 23 Juni 2012. Sehingga pengumpulan data yang lebih awal dari waktu yang sudah ditetapkan memungkinkan adanya pendataan 2 atau 3 kali. Namun pihaknya sudah mempunyai alat untuk membuang nama yang terdata lebih dari satu kali.

Lebih lanjut Viryan Aziz mengatakan pihaknya akan terus mendata dan tim yang bekerja juga membuat layanan melalui telepon, pesan singkat pengaduan, dan surat kaleng untuk mengingatkan KPU agar bersungguh-sungguh dalam melakukan pemuktahiran data pemilih.

Viryan Aziz menambahkan sejak pemilu tahun 1955 hingga sekarang tidak pernah ada pemilih yang terdaftar seratus persen. Meskipun demikian, pihaknya terus berusaha agar bisa mendata sebanyak mungkin. Sehingga tidak ada satupun warga/masyarakat yang tidak terdata.

Ditambahkannya jika ada masyarakat yang merasa belum terdaftar sebagai pemilih dapat mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel seluler KPU yaitu  0561 754 1928. Pesan yang dikirimkan akan dikomunikasikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran data Pemilih (PPDP) agar segera ditindaklanjuti.