Browse By

2017, Pasar Sintang Masuk Prioritas

Pontianak – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan merevitalisasi 11 pasar rakyat di wilayah perbatasan. Program tersebut akan membutuhkan alokasi anggaran revitalisasi sebesar Rp 950 juta untuk masing-masing pasar. Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat, Marsianus SY, mengatakan program tersebut masih terbilang sangat minim.

Rencananya, kata Marsianus, anggaran akan diperuntukkan untuk pembangunan pasar agar tertata lebih baik. “Saya pastikan jika dari Kementerian Koperasi, penataan pasar rakyat yang dikelola koperasi tapi jumlahnya sangat sedikit. Tahun 2017 ini ada diproyeksikan hanya untuk Kabupaten Sintang,”ujar Marsianus, Kamis (19/1).

Pemerintah pusat rencananya juga akan menata pasar, satu di antaranya di Entikong Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kalau perbatasan, usulan dibuat oleh Pemkab masing-masing dan disampaikan langsung ke Kemenkop UKM RI. Kami tidak dapat info yang lengkap kabupaten mana saja yang disetujui usulannya. Yang sudah pasti ada untuk kabupaten Sintang. Kalau untuk perbatasan kami belum dapat detailnya, yang tahu persis, kepala SKPD yang membidangi koperasi kabupaten Sintang,” katanya.

Sebelumnya Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Setyowati mengatakan, perbaikan usaha dan pasar di wilayah perbatasan untuk memudahkan masyarakat perbatasan dalam melakukan aktivitas jual beli.

Dia mengungkapkan, selama ini banyak masyarakat di wilayah perbatasan lebih mudah berbelanja kebutuhan sehari-harinya di wilayah negara lain. Hal itu salah satunya terjadi di Entikong Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Dengan Malaysia, ada isu soal Entikong. Karena pasarnya dekat, jadi masyarakat lebih banyak belanja ke sana (Malaysia). Kalau tidak ada sentuhan langsung (dari pemerintah) akan sangat berat,” ujar Yuana di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (18/1).

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, 11 pasar yang akan direvitalisasi tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Kalimantan.

“Daerah perbatasan itu diantaranya NTT, Papua, Kalimantan. Kami menyiapkan dana hibah untuk nanti dikelola oleh Pemda (Pemerintah Daerah),” ungkap Wayan.

Wayan menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan revitalisasi 51 pasar yang tersebar di 24 provinsi. Selain 11 pasar di perbatasan, ada 40 pasar lain yang akan direvitalisasi di daerah reguler. Menurutnya, program revitalisasi pasar rakyat dilakukan dalam bentuk perbaikan fisik jika kondisinya sudah tidak layak dan kumuh akan direnovasi menjadi bangunan permanen. Selain itu, nantinya pada pasar yang revitalisasi juga akan diberikan sarana fasilitas umum vital seperti toilet, tempat cuci tangan hingga lokasi pembuangan sampah.

Wayan menegaskan, revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat merupakan agenda prioritas dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejak 2015 sampai dengan 2019 pemerintah menargetkan merevitalisasi 5.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2015 lalu ada 64 pasar rakyat direvitalisasi. Sedangkan 2016 terealisasi 84 pasar rakyat dari target 85 pasar rakyar dengan anggaran yang terserap sebesar Rp 80,7 miliar. Dan hingga 2019 ditargetkan sebanyak 1.075 pasar rakyat direvitalisasi Kemenkop UKM. (mas/kompas.com)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 10.00 dan 21.00 hanya di Volare 103.4 FM