Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat

PROFIL

RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

  1. Sejarah

Rumah Sakit Jiwa Pontianak merupakan warisan masa kolonial yang didirikan pada tahun 1939, digunakan sebagai tempat perawatan mulai tanggal 1 Desember 1939 dengan nama Rumah Perawatan Sakit Jiwa Sei Bangkong. Dalam perkembangannya melalui SK Menkes RI No. 135/MENKES/SK/IV/1978 ditetapkan menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Tipe A. Sebagai dampak kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah yang mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, maka terbitlah SK. No. 1732/Menkes-Kesos/2000, bahwa Rumah Sakit Jiwa Pontianak diserahkan kepada Pemerintah Kota Pontianak. Namun demikian pada tahun 2001 dilakukan revisi penataan kelembagaan Unit Pelaksana Teknis berdasarkan SK No. 196/Menkes-Kesos/III/2001 Rumah Sakit Jiwa Pontianak diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dengan dilaksanakannya Otonomi Daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan reorganisasi perangkat daerah yang diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2005 tentang Struktur Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Peraturan Daerah tersebut selanjutnya ditindak lanjuti dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 231 Tahun 2005 tentang struktur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Kesehatan Khusus Provinsi Kalimantan Barat. dengan demikian nama Rumah Sakit Jiwa Pontianak berubah menjadi Unit Pelayanan Kesehatan Khusus.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit, bahwa dalam rangka untuk menunjang kelancaran operasional Rumah Sakit perlu dilakukan penyesuaian penamaannya, maka diterbitkanlah Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 75 Tahun 2013 tentang Perubahan atas peraturan Gubernur Nomor 73 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan tata kerja Rumah Sakit Khusus Provinsi Kalimantan Barat. Pada pasal 1 ayat 7 dari Peraturan Gubernur tersebut dinyatakan yang dimaksud dengan Rumah Sakit Khusus adalah Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat.

Dengan demikian penamaan Rumah Sakit Khusus Provinsi Kalimantan Barat berubah menjadi: Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat.

Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat terletak di Jalan Alianyang No. 01, Kelurahan Sui Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak. Menempati area seluas 10.125 m2, dengan luas bangunan 7.625 m2, serta prasarana lainnya: 768 m2.

  1. Motto Layanan

Motto layanan Rumah Sakit Khusus Provinsi Kalimantan Barat adalah: CITRA

C     : Cepat dalam pelayanan dan cepat mengambil keputusan

I      : Inisiatif   dan   kreatif   yang   tinggi,   inovatif   berani   melakukan terobosan-terobosan demi kemajuan pelayanan

T     : Tepat waktu dalam pelayanan

R     : Responsif, ramah dan rapih dalam setiap keadaan

A    : Aman bagi pelayanan dan aktif dalam pengembangan SDM.

  1. VISI dan MISI

Adapun VISI Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat adalah:

Menjadi Rumah Sakit Jiwa dengan Unggulan Rehabilitasi Penyalahgunaan Napza di Wilayah Provinsi Kalimanatan Barat

Adapun MISI yang ditetapkan oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat ada lima:

MISI I   : Memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang holistik, professional, terjangkau dan memuaskan.

MISI II : Melaksanakan system manajemen administrasi yang efisien dan transparan

MISI III : Terciptanya Sumber Daya Manusia yang professional dan akuntabel

MISI IV : Menjamin ketersediaan sarana dan prasarana sebagai daya dukung pelayanan Rumah Sakit

MISI V : Mengembangkan potensi keunggulan layanan yang bertaraf global

  1. Tujuan dan Sasaran

Tujuan umum Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat adalah: Tercapainya kualitas hidup yang lebih baik bagi klien, keluarga dan masyarakat, serta meningkatnya kemampuan dan kemandirian mereka dalam meraih dan mempertahankannya.

Sasaran pelayanan Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari:

  1. Sasaran Primer, yakni klien pengguna layanan kesehatan dan layanan jasa lainnya di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat.
  2. Sasaran Sekunder, yakni keluarga klien dan masyarakat secara luas yang memiliki peranan penting terhadap kesembuhan dan kemandirian klien.
  3. Sasaran Tersier, adalah institusi formil dan nonformil atau tokoh masayarakat/agama yang memiliki peranan dalam pengambilan kebijakan.

  1. Fokus Pelayanan

Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 3 fokus:

  1. Pemberian layanan kesehatan terhadap penderita gangguan jiwa akut.
  2. Pemberian pelayanan kesehatan jiwa terhadap anak dan remaja.
  3. Penanganan terhadap penyalahgunaan Napza dan risiko penularan HIV AIDS bagi kelompok khusus.

  1. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Gambar 1. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat

  1. Kapasitas Tempat Tidur
    1. Berdasarkan Kelas rawat Inap

No

Kelas

Jumlah Tempat Tidur

1.

III

105 tempat tidur

2.

II

34 tempat tidur

3.

I

8 tempat tidur

Jumlah …………………………………..

  • mpat tidur

 

              2. Berdasarkan Jenis Rawat Inap

No

Jenis Rawat Inap

Jumlah Tempat Tidur

Kls I

Kls II

Kls III

Jumlah

1.

Rawat Inap Gangguan Jiwa

6

28

93

127

2.

Rehabilitasi Napza

2

6

12

20

Jumlah …………………………….

8

34

105

147

  1. Instalasi Pelayanan

Instalasi-instalasi pelayanan di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari:

  1. Instalasi Rawat Jalan
  2. Instalasi Rawat Inap
  3. Instalasi Terapi dan Rehabilitasi
  4. Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat
  5. Instalasi Rehabilitasi Napza
  6. Instalasi PTRM
  7. Instalasi Anak Kebutuhan Khusus
  8. Instalasi Psikologi
  9. Instalasi Farmasi
  10. Instalasi Higiene, Sanitasi dan IPSRS
  11. Instalasi Gigi
  12. Instalasi Elektromedik
  13. Instalasi Laboratorium
  14. Instalasi Gizi
  15. Instalasi Laundry

  1. Sumber Daya Manusia

No

Dokter

Kriteria Permenkes Kelas B

Kondisi di RSJD

Total

Tenaga Tetap

Total

Tenaga Tetap

1.

Psikiater

2

1

4

2

2.

Syaraf

1

1

1

3.

Umum

3

2

5

5

4.

Gigi

1

0

1

1

NO

Jenis Tenaga

Kriteria Permenkes Kelas B

Kondisi di RSJD

1.

Keperawatan Ruang Rawat Inap

1/1 TT

0,4/1 TT

2.

Keperawatan Ruang Intensif

1/1 TT

1/1 TT

3.

Keperawatan Ruang Gawat Darurat

3/Shift

12 Orang, Bergabung dengan Ruang Perawatan PICU

4.

Keperawatan Ruang Rawat Jalan

4/100 Pasien

16 Orang