284 Pedagang Kaki Lima Kantongi Kartu dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM

Pontianak – Sebanyak 284 Pedagang Kaki Lima (PKL) menerima kartu pengenal dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Pontianak. Penyerahan perdana kartu PKL itu digelar di Kantor Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak, Senin (4/4).

Kadisperindagkop dan UKM Kota Pontianak, Hariyadi menyebut, pendistribusian kartu ini dilakukan secara bertahap. Jumlah keseluruhan PKL yang sudah didata pihaknya sebanyak 1.240 PKL. Sedangkan jumlah PKL yang merespon awal baru sebanyak 284 PKL.

Dengan terdatanya para PKL dilengkapi kartu tersebut, pihaknya berkeinginan untuk melakukan pembinaan, penataan dan pemberdayaan bagi mereka sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan PKL.

“Sehingga ke depan PKL tidak lagi menjadi pedagang kaki lima melainkan pedagang kreatif lapangan yang dapat meningkatkan taraf kehidupan mereka menjadi lebih baik,” jelasnya.

Kartu PKL yang berlaku selama satu tahun itu fungsinya selain menjadi identitas resmi pedagang informal yang terdata oleh Disperindagkop dan UKM, juga dapat digunakan sebagai persyaratan dalam mendapatkan pinjaman modal dari Bank Pasar.

“Pedagang hanya dikenakan retribusi yakni sebesar Rp 5 ribu per hari, yang ditarik oleh petugas saat pedagang menggelar dagangannya saja,” tutur Hariyadi.

Kendati sudah mengantongi kartu itu, dirinya menegaskan, bukan berarti para PKL dapat berjualan di luar ketentuan atau aturan. Sebaliknya, para PKL harus lebih tertib, berjualan sesuai ketentuan serta tidak berbuat curang dengan menjual produk yang tidak layak.

“Jika mereka melanggar ketentuan itu, kartunya akan kita tarik dan diberikan kepada PKL yang layak menerimanya,” ucapnya. (Wati)