Review Film Rings by dodon_jerry

Masih ingat dengan teror hantu yang keluar dari dalam TV? Film versi Jepang ini selalu dibuat lagi dan lagi. Entah kenapa sebabnya saya tidak paham. Beberapa versi sudah dibuat dan belum ada yang mampu mengalahkan versi aslinya. Tapi entah mengapa selalu coba dibuat. Termasuk film terbaru yang diproduksi 2016 namun baru masuk ke Indonesia tahun 2017. Marilah kita tonton dari pada penasaran Teror setan legendaris, Sadako yang populer lewat film Ringu (1998) dan versi remake The Ring (2002) kembali menggentayangi layar bioskop tahun ini dalam film baru berjudul Rings.

Duduk di bangku sutradara, ada nama baru F. Javier Gutiérrez asal Spanyol yang sebelumnya menyutradarai beberapa film pendek. Jajaran pemeran yang terlibat yaitu aktris pendatang baru dari Italia, Matilda Anna Ingrid Lutz, Alex Roe, Johnny Galecki, dan Vincent D’Onofrio. Rings memulai cerita dengan cukup meyakinkan, teror video misterius yang terjadi di dalam pesawat terbang. Peristiwa di pesawat pun ditutup dengan rangkaian kejadian aneh seperti halnya dalam film The Ring (2002). Lalu sesaat kemudian adegan berganti ke seorang pria yang sedang menonton video misterius di rumahnya. Ditutup dengan adegan telepon berdering yang mengisyaratkan kematian akan datang padanya dalam waktu tujuh hari.

Film Rings lebih memfokuskan ceritanya pada tahap pengungkapan misteri daripada adegan-adegan menyeramkan. Beberapa kejadian di awal film langsung menuntun penonton pada pertanyaan tentang latar belakang sebuah video misterius dengan kutukan kematian dalam tujuh hari selayaknya film-film versi pendahulunya. Misteri itu tergambarkan dalam peristiwa seperti menghilangnya Holt, video misterius versi baru yang isinya berbeda dari video sebelumnya, sampai pada adegan-adegan di Sacrament Valley.

F. Javier Gutiérrez merupakan pemain baru dalam genre film horor. Beberapa karyanya memang lebih menekankan pada penceritaan secara dramatis dan science fiction. Mungkin ini salah satu faktor yang membuat film Rings masih kurang greget menghadirkan adegan-adegan horor yang intens. Berbeda formula dari para pendahulunya seperti Ringu (1998) arahan sutradara Hideo Nakata yang masih membuat bulu kuduk penonton bergidik lewat kemunculan karakter Sadako yang memang tergolong masih baru.