#bilingual : Climate Change May Turn Africa’s Dry Sahel Green

#bilingual : Climate Change May Turn Africa’s Dry Sahel Green

Bilingual adalah berita dua bahasa yang akan membantu Bujang Dare untuk mempelajari dan lebih memahami Bahasa Inggris. Serta menambah wawasan dunia tentang berbagai informasi dan berita masa kini. Untuk hari ini sebuah topik telah dipilih khusus untuk Bujang Dare.

Climate Change May Turn Africa’s Dry Sahel Green
Perubahan Iklim Bisa Membuat Tanah Kering Saher di Afrika Menghijau

The Sahel is one of driest areas in Africa, but that may change if Earth’s surface temperatures rise more than two degrees Celsius. Scientists say the Sahel could turn greener, with more plant life, because the higher temperatures would lead to more rainfall.
(Sahel merupajan satu dari banyaknya daratan kering di Afrika, namun itu akan berubah jika suhu permukaan bumi meningkat lebih dari 2 derajat Celsius. Para ilmuwan berkata bahwa Sahel bisa berubah lebih hijau, dengan lebih banyak tumbuhan hidup, karena semakin tinggi temperatur suhu akan menyebabkan lebih banyak hujan)

In recent years, the area has experienced worsening extreme weather. That includes more droughts — periods of little or no rainfall.
(Pada beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut sudah mengalami cuaca ekstrim yang memburuk. Hal ini termasuk lebih banyak kemarau – sedikit hujan atau tidak sama sekali)

Some scientists are very concerned about pollution from greenhouse gases – gases that trap heat in Earth’s atmosphere. They warn that if such gases continue to increase with no limits, rising temperatures could change weather systems in the Sahel and other areas. Scientists say this is possible if surface temperatures rise more than two degrees Celsius above average temperatures before the industrial revolution.
(Beberapa ilmuwan sangat khawatir akan polusi dari gas rumah kaca – gas yang menangkap panas di atmosfir bumi. Mereka mengingatkan bahwa jika gas-gas tersebut terus bertambah tanpa batas, meningkatkan suhu yang mana bisa mengubah sistem cuaca di Sahel dan wilayah lainnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa ini mungkin saja jika suhu permukaan meningkat lebih dari 2 derajat Celsius diatas suhu rata-rata sebelum revolusi industri)