Browse By

5 Hal untuk Diperhatikan Para Jurnalis Soal Ujaran Kebencian

Dalam rangka Hari Radio Sedunia, kami menurunkan beberapa artikel berisi infografik dari UNESCO yang dapat menjadi pelajaran menarik dan sangat bermanfaat bagi para insan radio di seluruh dunia. Bujang Dare sebagai pendengar, juga perlu untuk membacanya.

 

Ketika berurusan dengan ujaran kebencian, para jurnalis dan editor harus berhenti sejenak dan mengambil waktu untuk menilai potensi akibat dari isi tulisan yang ofensif dan menyulut kemarahan pihak lain. Tes yang disusun di bawah ini, yang dibuat oleh EJN (Ethical Journalism Network) berdasarkan standar internasional, berisikan pertanyaan-pertanyaan dalam pengumpulan, persiapan dan penyebaran berita dan membantu menempatkan apa yang dikatakan dan siapa yang mengatakannya secara etis. Pastikan insan radio mampu menjawab 5 pertanyaan ini dengan baik sebelum menyampaikannya kepada publik.

5 Poin Tes untuk Para Jurnalis

  1. Isinya sendiri.
    Apakah berisi ujaran yang berbahaya? Apakah dapat mendorong kekerasan terhadap pihak lain?
  2. Status si pembicara.
    Bagaimana posisi si pembicara mempengaruhi motif/latar belakangnya untuk menyampaikan hal tersebut? Apakah mereka memang harus didengarkan atau sebaiknya diabaikan saja?
  3. Kondisi klim sosial/politik/ekonomi setempat.
    Siapa saja yang dapat dipengaruhi secara negatif? Apakah ada sejarah konflik atau diskriminasi?
  4. Jangkauan ujaran.
    Seberapa jauh ujaran ini dapat beredar? Apakah ada pola tertentu dalam penyebarannya?
  5. Sasaran ujaran.
    Bagaimana ujaran ini menguntungkan si pembicara dan kepentingan-kepentingan mereka. Apakah secara hati-hati dimaksudkan untuk merugikan pihak lain?

Jangan jadikan suatu kejadian menjadi hal sensasional!

Hindari ketergesa-gesaan menyampaikan informasi kepada publik!

Ambil waktu untuk melakukan refleksi.

 

hate-speech-EJN-en-