80% produk CD dan DVD, Ilegal

Warta 3 – 17 Juni 2011

Sampai saat ini masih sering ditemui adanya pelanggaran tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam usaha cakram optik. Demikian Suzarsono Sukran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar dalam sambutannya saat membuka Workshop Pembinaan Industri Cakram Optik dan HKI di Hotel  Grand Mahkota. Ia mengatakan, kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap cakram optik harus terus dilakukan guna  mengidentifikasi  seluruh Industri  cakram optik yang telah mengikuti aturan-aturan yang berlaku berkenaan dengan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual.

Selain itu, dalam rangka penegakan hukum dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Hak Kekayaan Intelektual khususnya terkait dengan produk cakram optik agar pembajakan terhadap CD, VCD, dan DVD dapat ditekan, maka perlu terus dilakukan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan tentang hak cipta khususnya terkait industri cakram optik. Bahkan perlu disusun buku pedoman pembinaan dan pengawasan terkait cakram optik, karena pembajakan ini bisa menimbulkan terjadinya persaingan tidak sehat juga merupakan pelanggaran terhadap hak cipta seperti yang disebutkan dalam Undang-undang RI  Nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta.

Suzarsono menjelaskan, data yang dilansir International Intelectual Property Alliansy (IIPA) menunjukkan jumlah produk CD dan DVD yang beredar di Indonesia berjumlah sekitar 7,6 juta keping. Dari jumlah tersebut, 20% merupakan produk legal, 80% ilegal.

Suzarsono menambahkan produk ilegal yang mencapai 80 persen tersebut diperkirakan dapat menyumbang Pajak Pendapatan Negara (PPN) dari  7,5 hingga 22,5 milyar pertahun. Akibat dari produk ilegal ini negara mengalami kerugian hingga mencapai 200 milyar per tahunnya.