Browse By

90% Masyarakat Pontianak ke Posyandu

Warta Volare, 11 Februari 2015

Pontianak – Keberadaan posyandu di lingkungan masyarakat tak lagi dipandang sebelah mata. Wajar saja, 90 persen masyarakat di Kota Pontianak berkunjung ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan bayi dan anak usia dini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak gencar membangun infrastruktur bidang kesehatan terutama posyandu permanen di lingkungan warga. Salah satunya Posyandu Bunga Rampai Jalan Kesehatan Gang Sumber Agung I Kelurahan Kota Baru Kecamatan Pontianak Selatan yang diresmikan Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Selasa (10/2).

“Jadi keberadaan posyandu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Dengan demikian indeks pembangunan kesehatan masyarakat meningkat, jumlah anak kurang gizi juga menurun dan angka kematian bayi juga sedikit bahkan mungkin tidak ada,” ujarnya.

Ia berharap dengan dibangunnya posyandu di atas tanah fasum ini, masyarakat yang bermukim di lingkungan RW dan RT sekitar Posyandu Bunga Rampai kesehatannya lebih terjamin terutama balita dari yang baru lahir hingga anak-anak usia dini.

“Kita berharap masyarakatnya sehat semua, tidak ada yang kurang gizi, pertumbuhan anak-anak baik semua. Untuk itu perlu peran aktif dari pengelola posyandu dibantu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna menunjang keberhasilan posyandu ini,” kata Edi.

Saat ini, jumlah posyandu permanen di Kota Pontianak sebanyak 52 posyandu. Ke depan, Pemkot akan membangun lagi beberapa posyandu di beberapa titik lainnya terutama di lingkungan pemukiman warga.

Sementara itu, Penasehat Posyandu Bunga Rampai, Herman Hofi mengatakan, dengan dibangunnya posyandu ini berarti infrastruktur kesehatan di Kota Pontianak jumlahnya bertambah. Dengan demikian, kesehatan masyarakat terutama di Kelurahan Kota Baru semakin baik.

“Kita berharap fasilitas yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ini, masyarakat mesti menjaganya dengan baik secara bersama-sama,” ajaknya.

Ia juga mengajak para kader posyandu untuk melaksanakan berbagai hal berkaitan persoalan kesehatan anak-anak dengan dorongan ddukungan masyarakat sekitarnya.

“Saya yakin juga puskesmas yang saat ini sudah cukup aktif setiap saat hadir mendampingi posyandu untuk melakukan penimbangan, memeriksa kesehatan anak-anak balita,” ucap Herman.

Dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia dan indeks pembangunan kesehatan masyarakat, dirinya berharap dan mendorong pemerintah supaya membangun infrastruktur bidang kesehatan sehingga ada korelasi positif antara peningkatan infrastruktur kesehatan dengan tingkat kesehatan masyarakat.

“Tentu tidak ada gunanya pembangunan infrastruktur kesehatan apabila masyarakatnya tidak secara bersama-sama untuk menjaga dan memanfaatkan sebagaimana layaknya fungsi sebuah infrastruktur kesehatan seperti posyandu ini,” pungkasnya. (sis)