Browse By

ASURANSI KECELAKAAN PENUMPANG UMUM DAN LALU LINTAS JALAN

Dari tahun ke tahun, angka korban kecelakaan lalu lintas terus merangkak naik. Ribuan nyawa melayang setiap bulannya di seluruh Indonesia. Kenyataan itu disikapi Pemerintah dengan membantu korban kecelakaan lalu lintas melalui program asuransi sosial yang dilaksanakan oleh PT Jasa Raharja yang memberikan perlindungan dasar asuransi bagi siapa saja yang mengalami kecelakaan transportasi.

Program tersebut memberikan jaminan asuransi kepada :

  1. Mereka yang menjadi penumpang yang sah dari alat angkutan umum darat, laut/sungai/penyeberangan, dan pesawat udara. Jika dalam perjalanan angkutan umum yang ditumpangi mengalami musibah kecelakaan, maka penumpangnya berhak mendapat santunan. Jaminan tersebut diatur dalam Undang-Undang No.33 tahun 1964.
  2. Mereka yang menjadi korban akibat tertabrak kendaraan bermotor dan kereta api, termasuk korban tabrak lari, berdasarkan Undang-Undang No.34 tahun 1964.

Untuk mendukung peran Jasa Raharja memenuhi tanggung jawab dalam memberikan jaminan perlindungan , masyarakat memiliki kewajiban yang harus dipenuhi :

  1. Dengan membayar Iuran Wajib (IW) yang merupakan bagian dari komponen ongkos angkut sesuai karcis/tiket yang sah setiap melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum.
  2. Dengan membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan setiap tahun di kantor Samsat.

“Perbedaan dari iuran wajib dan SWDKLLJ yaitu, jika iuran wajib untuk mengasuransikan dirinya sendiri tapi jika SWDKLLJ untuk mengasuransikan pihak ketiga yaitu orang yang ditabrak diluar dari alat angkutan itu sendiri” ujar A.M. Tawil, Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Barat, saat ditemui di kantornya.

Besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan. Untuk motor berkapasitas mesin 50 cc sampai dengan 250 cc akan dikenai tarif Rp 35.000. Sedangkan untuk mobil dikenakan biaya sebesar Rp 143.000.

Prosedur untuk mendapatkan santunan :

  1. Bila mengalami kecelakaan dalam perjalanan di darat, laut, udara dan lalu lintas jalan segera hubungi kantor Jasa Raharja terdekat untuk mendapatkan informasi awal cara pengurusan santunan.
  2. Melengkapi dokumen dasar dan dokumen pendukung, antara lain : laporan kecelakaan dari instansi berwenang, KTP, kwitansi asli biaya perawatan, akte kelahiran, fotokopi surat nikah, surat kematian dari rumah sakit/pamong praja.
  3. Dokumen yang sudah lengkap diserahkan ke Jasa Raharja untuk diproses pembayaran santunannya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.15 dan 16/PMK.010/2017 , besarnya nilai santunan korban kecelakaan lalu lintas darat/laut/udara sebagai berikut :

  • Meninggal, sebesar Rp 50.000.000
  • Cacat Tetap, sebesar Rp 50.000.000
  • Perawatan, jika kecelakaan di darat/laut sebesar Rp 20.000.000 , sedangkan perawatan kecelakaan di udara sebesar Rp 25.000.000
  • Penguburan, sebesar Rp 4.000.000

Kenapa biaya perawatan kecelakaan di darat/laut berbeda dengan biaya perawatan kecelakaan di udara? Karena premi yang dibayarkan penumpang di angkutan udara lebih besar dibandingkan di darat atau laut. “Di udara, setiap tiket yang dibeli penumpang membayar premi sebesar Rp 5.000, untuk di darat hanya Rp 60. Untuk laut sebesar Rp 2.000 jika ongkos angkut diatas Rp 25.000” tambahnya.

Dalam hal korban meninggal dunia, maka santunan meninggal dunia diserahkan langsung kepada ahli waris korban yang sah, yaitu :

  • Janda atau dudanya yang sah
  • Dalam hal tidak ada janda/dudanya yang sah, maka diberikan kepada anak-anaknya yang sah.
  • Dalam hal tidak ada janda/dudanya dan anak-anaknya yang sah, diberikan kepada orangtuanya yang sah.
  • Bagi yang tidak ada ahli waris yang sah, maka santunan dibayarkan kepada pihak yang menyelanggarakan penguburan.(ind)