Bank Indonesia Sediakan Rupiah Cukup untuk Perbatasan

Warta 3 – 17 Desember 2010

Masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan lebih banyak menggunakan mata uang asing. Satu di antara penyebabnya adalah ketersediaan rupiah yang terbatas. Padahal penggunaan rupiah sebagai alat pembayaran telah diatur dalam undang-undang.

Menurut Arief Hartawan dari Biro Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, walaupun daerah perbatasan jauh dari kota, Bank Indonesia akan tetap melaksanakan fungsinya untuk menyediakan rupiah yang cukup di daerah perbatasan.

Arief berharap, Pemerintah Daerah memberikan perhatian khusus untuk daerah perbatasan. Perbankan hanya akan terlibat saat ekonomi tumbuh. Sementara BI dapat berperan membantu mengidentifikasi potensi yang ada di daerah tersebut. Keterlibatannya tidak secara langsung, tetapi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi setempat.

Ke depannya, kantor BI di daerah akan berperan lebih banyak dalam membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan tujuan akhir dari kebijakan ekonomi yaitu kesejahteraan rakyat.