Bela Negara Bentuk Karakter dan Jati Diri

Pontianak – Pelatihan bela negara penting diberikan kepada generasi muda untuk memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa. Sebanyak 60 peserta berasal dari SMA/SMK se-Kota Pontianak mengikuti pelatihan bela negara bertempat di Unit Latihan Kerja Industri (ULKI).

Pelatihan bela negara yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik  (Kesbangpol) Kota Pontianak, mulai tanggal 28 November – 3 Desember 2016. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mendukung kegiatan ini karena merupakan bagian dari pembentukan karakter dan jati diri generasi muda. Selain itu, untuk mengingatkan generasi muda tentang arti pentingnya memupuk rasa kecintaan kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI ini harus terus dipertahankan sampai akhir hayat dan itu semua bisa terwujud kalau generasi muda betul-betul juga menghayati arti pentingnya Indonesia dalam bingkai NKRI,” ujarnya usai membuka pelatihan bela negara, Senin (28/11).

Diakuinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sebelumnya juga telah melakukan beberapa kali pelatihan bela negara termasuk hari ini. Kegiatan pelatihan ini selaras dengan program Kementerian Pertahanan. Menurut Sutarmidji, sebanyak mungkin generasi mudah mesti dididik bela negara. Dirinya prihatin, generas kini sedikit sekali yang hafal lagu-lagu perjuangan. Padahal, melalui lagu-lagu perjuangan itu sebagai salah satu bentuk rasa kecintaan kepada tanah air dan bangsa.

“Ke depan kita berharap mereka bisa terus meningkatkan pemahamannya tentang negara dan terus memupuk rasa kecintaan pada Indonesia,” ucapnya.

Pelatihan bela negara, lanjutnya, sebagai upaya membentuk karakter diri yang dibentuk pada generasi muda. Karakter itu merupakan karakter yang berbudaya Indonesia. Demikian pula integritas yang ada pada mereka yakni integritas yang tidak menghilangkan akar budaya Indonesia.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pontianak, Zulkarnain menambahkan, peserta pelatihan ini merupakan siswa-siswa utusan SMA/SMK se-Kota Pontianak. Dalam pelatihan bela negara ini, mereka akan mendapatkan pembekalan dari Wali Kota Pontianak, Dandim 1207/BS, Kapolresta Pontianak, BNN, dari keagamaan dan akademisi. Pelatihan selama seminggu itu dimulai pukul 05.45 sampai dengan 17.00 WIB.

“Mereka juga diberikan pelatihan baris berbaris oleh instruktur dari Kodim 1207/BS,” tuturnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini dapat memberikan motivasi bagi generasi muda supaya tertanam di dalam benak mereka kesadaran cinta tanah air, cinta akan bangsa dan negaranya, saling menghormati antara satu dengan yang lain. “Generasi muda ini kan masih labil. Usia mereka masih mudah terpengaruh. Oleh sebab itu sasaran kita kepada pelajar karena akan tertanam di hati mereka bagaimana kita mencintai tanah air dan menjaga lingkungan,” imbuh Zulkarnain.

Dijelaskannya, arti bela negara bukan hanya memanggul senjata secara fisik, aktifitas sehari-hari yang mencerminkan ketaatan pada aturan juga merupakan wujud bela negara.

“Misalnya tertib aturan lalu lintas, patuh pada aturan sekolah dan lainnya. Itu juga merupakan wujud bela negara yang harus ditanamkan kepada mereka sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Wati Susilawati)