Browse By

#bilingual: TIME Magazine Names Donald Trump “Person of The Year”

Bilingual adalah berita dua bahasa yang akan membantu Bujang Dare untuk mempelajari dan lebih memahami Bahasa Inggris. Serta menambah wawasan dunia tentang berbagai informasi dan berita masa kini. Untuk hari ini sebuah topik telah dipilih khusus untuk Bujang Dare.

TIME Magazine Names Donald Trump “Person of the Year”

Time magazine named Donald Trump its “Person of the Year” on Wednesday. The magazine called him “President of the Divided States of America” on its cover. Trump is the president-elect. He will take office on January 20, 2017. The magazine calls the U.S. “the Divided States” in part because Trump did not win the most votes in the election. He did, however, easily win enough electoral votes to defeat Democratic candidate Hillary Clinton.

In its story about selecting President-elect Trump, the magazine said that he won the presidency by inspiring “new levels of anger and fear within his country.” The magazine says the cover goes to the “person (or people) who wielded the most influence in the previous 12 months.” It said Wednesday that American presidents become “Person of the Year” about half the time in election years. The last time someone other than a U.S. president won the title in an election year was 1996. That year, AIDS researcher David Ho won.

Majalah TIME Menyebut Donald Trump Sebagai “Person of the Year”

Majalah TIME memberi gelar “Person of The Year” untuk majalahnya kepada Donald Trump pada hari Rabu. Majalah tersebut memanggilnya sebagai “Presiden Negara Terpisah dari Amerika” pada sampulnya. Trump adalah Presiden terpilih. Dia akan mengambil alih jabatan pada tanggal 20 Januari 2017. Majalah tersebut menyebut Amerika Serikat sebagai “Negara Terpisah”pada bagiannya karena Trump tidak memenangkan seluruh suara dalam pemilihan. Dia berhasil, namun, menang begitu mudah dlam pemilihan electoral untuk mengalahkan Kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton.

Dalam kisahnya memilih presiden terpilih Trump, majalah ini mengatakan bahwa beliau memenangkan pemilihan presiden dengan memberikan inspirasi dalam “tingkatan terbaru dari kemarahan dan ketakutan yang ada dialami negaranya”. Majalah TIME mengatakan bahwa sampul ini diperuntukkan bagi perseorangan atau orang-orang yang memegang pengaruh paling banyak selama 12 bulan belakangan. Ini menyebutkan pada hari Rabu bahwa presiden-presiden Amerika menjadi “Person if the Year” selama setengah waktu dari tahun-tahun pemilu. Terakhir kali seseorang yang bukan berasal dari Presiden Amerika memenangkan gelar ini pada tahun pemilu 1996. Saat itu, peneliti AIDS David Ho memenangkannya.