#bilingual : Wearing Slippers In School

Bilingual adalah berita dua bahasa yang akan membantu Bujang Dare untuk mempelajari dan lebih memahami Bahasa Inggris. Serta menambah wawasan dunia tentang berbagai informasi dan berita masa kini. Untuk hari ini sebuah topik telah dipilih khusus untuk Bujang Dare.

WEARING SLIPPERS IN SCHOOL
MEMAKAI SENDAL DI SEKOLAH

A primary school in England is the first one in the UK to allow students to wear slippers to class in a bid to improve grades. The school found out about a study which found that shoeless children were more likely to behave and do better in exams.

Sebuah sekolah dasar di Inggris merupakan sekolah pertama di Britania Raya yang memperbolehkan siswa nya untuk memakai sandal di kelas dalam uaya meningkatkan prestasi nilai siswa. Sekolah tersebut menemukan sebuah penelitian yang mana ditemukannya bukti bahwa siswa yang tidak bersepatu memiliki kelebihan dalam bersikap dan bagus saat ujian.

The school’s experience has so far proved the study right. One teacher said that the atmosphere in her classroom is calmer, and some teachers have chosen the more comfortable option. The school is now considering making slippers part of its compulsory uniform.

Pengalaman sekolah tersebut selama ini telah menemukan kebenaran hasil penelitian tersebut. Seorang guru mengatakan bahwa suasana saat belajar di dalam kelas menjadi lebih tenang dan beberapa guru telah memilih pilhan kebijakan yang menyenangkan. Saat ini sekolah tersebut sedang mempertimbangkan membuat sandal sebagai bagian dari seragam wajib sekolah.

Apart from a calmer and quieter environment, the 10-year study covering 25 countries, also found that children wearing slippers are likely to go to school earlier, leave later and read more. In some classes, bullying was reduced.

Disamping suasana kelas yang tenang dan nyaman, penelitian 10 tahun yang dilakukan di 25 negara, juga menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan sandal saat sekolah punya kecendrungan untuk datang ke sekolah lebih awal, pulang terlambat dan membaca lebih banyak. Di beberapa kelas, penindasan juga berkurang.