Browse By

BIOSKOP – Black Panther

Black Panther. Sedikit “menyeleneh” dari kebiasaan Marvel untuk memperkenalkan superhero baru di film yang baru juga, dengan fokus utama memang akan bercerita seputar asal-muasal dari sang superhero, Black Panther malah memulai debut pertamanya di film Captain America: Civil War, sebagai tokoh yang bergabung di dalam Team Iron Man.

Walau memiliki debut yang tidak biasanya, Black Panther akhirnya telah resmi memiliki film sendiri secara terpisah di bulan Februari 2018 ini. Telah tayang sejak tanggal 14 Februari kemarin untuk wilayah Indonesia dan beberapa wilayah Asia lainnya, sementara tayang di hari-hari selanjutnya untuk negara dan wilayah lainnya, Black Panther cepat menarik perhatian para fans di seluruh dunia, terutama bagi masyarakat kulit hitam hingga Afrika. Pasalnya, film Black Panther ini mungkin merupakan pertama kalinya superhero yang berasal dari wilayah Afrika, dengan lebih dari 90% para pemainnya merupakan artis kulit hitam atau lokal Afrika. Dari sini saja, daya tariknya sudah cukup kuat untuk bisa memberikan sebuah film superhero yang lebih “fresh” dan tidak melulu terfokus kepada superhero kulit putih saja. Sepanjang film, Anda akan hanya menemukan 2 orang aktor kulit putih yang memiliki peran penting di Black Panther, sementara sisanya akan menjadi figuran semata.

Peran dan akting para artis yang terlibat pun juga sangat menarik, dengan setidaknya setengah dari durasi film Black Panther ini memiliki percakapan dalam bahasa Afrika yang merupakan bahasa utama mereka selain Inggris. Penggambaran T’Challa sebagai raja muda Wakanda sekaligus Black Panther yang masih memiliki konflik dan merasa belum siap untuk bisa menggantikan ayahnya sebagai raja yang pantas tergambarkan dengan cukup baik. Sementara pihak antagonis Killmonger diceritakan cukup pelan di awal, dengan mulai perlahan terungkap alasannya untuk merebut tahta raja Wakanda dari T’Challa. Walau tidak menjadi sebuah plot twist yang besar, akan tetapi cerita masa lalu dari Killmonger ini mampu untuk memberikan rasa simpati dan lebih mengerti akan alasan sebenarnya ia ingin menjadi raja Wakanda tersebut.

Satu lagi yang juga membuat film Black Panther menarik, adalah di mana peran wanita di sini lebih terlihat kuat dibandingkan menjadi sekedar sebagai “damsel in distress” semata. Sebagian besar para wanita yang menjadi tokoh utama di film ini, seperti misanya Okoye, Shuri, dan Nakia, akan terlihat cukup kontras dan mampu membela dirinya sendiri di dalam sebuah pertarungan. Bukan pertama kalinya tokoh-tokoh wanita digambarkan sebagai sosok yang kuat di sebuah film, namun sepertinya Black Panther setidaknya bisa lebih memanjakan mereka yang menginginkan adanya peran para wanita yang mungkin tidak sekuat para superhero kesayangan kita, tetapi memiliki kelebihan dan impresi hebat tersendiri dengan cara yang tak kalah menarik perhatian.

Sutradara Ryan Coogler mampu menerjemahkan napas Black Panther yang telah dinarasikan sang kreator Jack Kirby sejak 1966. Kirby selalu berbicara keberagaman dan emansipasi kulit hitam lewat komik-komik Black Panther. Koreografi di adegan-adegan aksi terlihat kaku dan kurang menantang. Senada dengan permainan Computer-Generated Imagery (CGI) yang terkesan mentah di banyak scene. Begitu pula dengan dialog dan ekspresi para karakter yang kaku dan terlihat tidak natural. Ekspresi aktor dan aktris jempolan di film ini tak lebih baik dari sinetron-sinetron di layar kaca. Coogler seperti kurang bisa menggali potensi mereka. Meski begitu, upaya Marvel mengusung pahlawan super berkulit hitam perlu diacungi jempol. Apalagi Black Panther diterima luas oleh kritikus. Film pahlawan super dan dunia sinema secara umum, memang tak banyak memberi ruang bagi orang kulit hitam atau kaum minoritas lainnya.

Terakhir kali pahlawan super berkulit hitam tampil di film solo adalah pada trilogi Blade yang tayang 1998-2004. Black Panther jadi jembatan terakhir yang menghubungkan 17 film MCU sebelumnya dengan Avengers: Infinity War. Infinity War sendiri akan tayang 4 Mei 2018, bertepatan dengan 10 tahun MCU berdiri.