Browse By

BIOSKOP – Red Sparrow

JANGAN berharap Red Sparrow akan menjadi film ala James Bond versi tokoh perempuan atau mirip Atomic Blonde. Ini adalah film tentang agen mata-mata yang serius dan minim adegan laga.

Jika harus menyebut langsung, Red Sparrow bukanlah film yang mudah dan enak ditonton. Dalam arti, film ini tak mengikuti formula klasik film Hollywood, juga tak seperti kebanyakan film matamata buatan Hollywood lainnya yang suka main “hajar” dengan memenuhi durasi dengan adegan seru penuh baku hantam atau aksi tipu-tipu ala Mission: Impossible. Sebaliknya, film ini bercerita dengan pelan-pelan, penuh kesabaran, sambil tetap menjaga rasa penasaran penonton. Durasi paruh pertama film hampir sepenuhnya dihabiskan untuk menceritakan latar belakang tokoh utamanya.

Dikisahkan, Jennifer Lawrence adalah Dominika Egorova, balerina Rusia berbakat yang bersiap untuk tampil sebagai penari utama di atas panggung Bolshoi. Namun satu insiden (yang kemudian diketahui bukan insiden biasa) membuatnya tak bisa lagi menari. Pada film ini Jennifer Lawrence kembali bekerja sama dengan sutradara yang membawa nama Katniss Everdeen melambung di layar lebar. Tak heran, kelamnya Red Sparrow hampir menyerupai The Hunger Games.

Jalan cerita yang disajikan berhasil memikat para penonton untuk fokus dan semakin penasaran. Twist tanpa henti membuat kita tidak jenuh menonton Red Sparrow dengan durasi yang cukup panjang yaitu 138 menit.

Penampilan Jennifer Lawrence harus diakui sangat maksimal. Dirinya benar-benar sebuah spotlight dalam film, akting rapuh dan fierce saat menjadi ballerina, sadis dan ambisius saat pelatihan menjadi sparrow hingga lihai dan brutalnya saat melakukan misi. Tatapan tajam dan misterius J-Law berhasil diluapkan ke karakter Dominika. Nah, untuk aksen Rusia Dominika, terkadang kita masih mendengar aksen Amerika dari J-Law namun semua tertutup dengan badass-nya akting Jennifer Lawrence.

Tak begitu banyak adegan aksi, film ini menampilkan banyak kekerasan yang membuat penonton mengilu. Adegan interogasi yang mencekam, hingga penyiksaan super sadis yang dialami oleh Jennifer Lawrence dan Joel Edgerton. Sementara untuk adegan panas, penonton Indonesia harus kecewa karena ada beberapa pemotongan adegan oleh LSF (Lembaga Sensor Film) yang tidak begitu rapi, sehingga menghilangkan benang merah dari film.

Berbicara pemeran pendukung, Joel Edgerton terlihat tertatih menyeimbangi Jennifer Lawrence, sangat disayangkan chemistry mereka pun terasa kurang klop. Selain itu aktor pemenang Oscar Jeremy Irons pun ikut tampil dalam film ini. Meski tak begitu banyak muncul, karakternya menjadi peranan penting dalam film ini.

Red Sparrow menyajikan film mata-mata thriller yang kelam dan intens. Penuh dengan adegan kekerasan dan konten seksual menjadikan film ini dikhususkan untuk umur 21 tahun ke atas. Selain penampilan Jennifer Lawrence yang tidak boleh dilewatkan, twist ciamik diselipkan untuk kamu penggemar film bergenre spy.