Browse By

BPOM Pelaku Usaha Pangan

Warta 3 – 21 Desember 2010

Dalam rangka menyambut hari raya natal 2010 dan tahun baru 2011 guna  melindungi kesehatan masyarakat dari kemungkinan beredarnya produk pangan tanpa izin edar, kadaluarsa  atau tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan lainnya, BPOM Kota Pontianak mengeluarkan himbauan  bagi para pelaku usaha.

Yanuarti, Kepala Bidang sertifikasi dan layanan informasi konsumen BPOM kota Pontianak mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran bagi para pelaku usaha pangan yang ada di wilayah Kalimantan barat  untuk tidak mengedarkan, menjual dan mendistribusikan produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Produk pangan yang menjadi perhatian contohnya yang tanpa izin edar (registrasi nomor BPOM MD/ML/P-IRT), melakukan pengemasan parsel dan penjualan pangan yang kadaluarsa (untuk parsel minmal 6 bulan sebelum tanggal kadaluarsa), pangan yang rusak, pangan yang tidak memiliki ijin edar atau tidak terdaftar baik lokal maupun impor, pangan yang tidak memenuhi persyaratan label serta pangan yang mengandung babi dan minuman berakohol.

Lebih lanjut Yanuarti menambahkan bagi para pelaku usaha yang masih melanggar akan di kenakan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.Tak ada alasan lagi para pelaku usaha untuk mengatakan tidak mengetahui karena sudah diberitahukan sebelumnya. Ia  juga menghimbau kepada para konsumen agar lebih teliti, berhati-hati dan tidak membeli atau mengkonsumsi pangan  kadaluarsa,kemasan rusak, label tidak memenuhi syarat dan tidak memiliki izin edar atau tidak terdaftar, serta parsel yang mengandung pangan seperti yang telah disebutkan.

Bagi masyarakat yang menemukan sesuatu yang mencurigakan terkait dengan pangan tersebut dapat melaporkannya melalui layanan konsumen BPOM pontianak dengan menghubungi nomor telpon 0561 572417, Fax 0561 737720 dan  SMS 0561 7943444