Cabai Naik, Penjual Makanan Panik

Pontianak – Naiknya harga cabai membuat panik para penjual makanan di Kota Pontianak. Seperti dikeluhkan penjual soto dan nasi kuning, Hj. Maryam (60). Penjual soto yang di kawasan Sungai Jawi ini pasrah dengan adanya kenaikan tersebut.

“Yaah, mau bagaimana lagi. Kita ini yang susah sebagai pedagang kecil, yang pedagang cabai ya untung. Bingung saya bagaimana menyiasati cabai untuk dagangan saya ini, pasrah saja kalau itu maunya pemerintah, tidak memperhatikan nasib-nasib wong cilik ini,” ujar ¬†wanita yang memiliki tiga cucu ini.

Hampir sepakan ini, para pedagang terpaksa membeli cabai meskipun harga mahal dan sebagian terpaksa memilih membeli cabai botolan, meskipun rasanya jauh berbeda.

“Botolan rasanya jauh berbeda dengan cabai asli 100 persen hasil gilingan sendiri tapi mau bagaimana lagi kita harus memutar otak agar bisa berhemat,” ujarnya.

Tidak hanya itu yang membuat gelisah Maryam, pasalnya kenaikan cabai dikhawatirkan akan berdampak naiknya kebutuhan bahan pangan lainnya.

“Semoga tidak tapi biasanya kayak gitu,”ucapnya. Ia berharap pemerintah bisa mengambil sikap terkait persoalan ini.

Sebelumnya, harga cabai di Kota Pontianak mencapai Rp100 ribu per kilogram. Harga cabai rawit di Kabupaten Ketapang sejak beberapa hari terakhir menembus angka Rp120 ribu per kilogram. Namun, di sejumlah daerah bahkan mencapai Rp 200 per kg. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare hari Senin sampai Jum’at setiap pukul 10.00 dan 21.00 di Radio Volare 103.4 FM