Browse By

Cetak Bibit Atlit Renang Potensial

Pontianak – Masih dalam suasana Hari Jadi Kota Pontianak ke-244, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar kejuaraan renang tingkat pelajar, antar klub dan instansi se-Kota Pontianak di Kolam Renang Oevang Oeray.

Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kejuaraan ini digelar untuk menggairahkan olahraga renang. Selain sebagai salah satu cabang olahraga yang mampu meningkatkan produktifitas, kejuaraan ini juga dalam rangka mencari bibit-bibit atlit renang yang potensial.

“Olahraga ini merupakan olaharaga terukur yang pembinaannya dimulai sejak usia di bawah 15 tahun. Kita akan sering melakukan kompetisi tingkat pelajar untuk mencari bibit-bibit atlit renang yang potensial,” ujarnya.

Diakuinya, kendati prestasi atlit renang Kota Pontianak di tingkat nasional masih jauh dari harapan, namun atlit-atlit renang tingkat pelajar sudah mampu mengukir prestasi di tingkat nasional.

“Kita terus berupaya untuk mendekati waktu tercepat di tingkat nasional,” ungkap Wakil Wali Kota ini.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menekankan kepada seluruh atlit untuk meningkatkan disiplin demi meraih prestasi olahraga yang terbaik. Hal ini diperlukan mengingat atlet berpacu dengan waktu dalam melaksanakan latihan dan kedepannya dalam bertanding maupun berlomba meraih juara.

“Disiplin itu penting dalam hal apapun itu. Tanpa disiplin, kalian tidak akan bisa memperoleh hasil yang maksimal,” tuturnya.

Dikatakan Sutarmidji, kemampuan atlit renang di Kota Pontianak sebenarnya sudah sangat baik. Namun sikap disiplin yang masih menjadi masalah sehingga berdampak terhadap prestasi yang diraih di tingkat yang lebih tinggi.

“Pelatih handal didatangkan dari tingkat nasional bahkan dunia sekalipun jika sikap disiplin tidak dimiliki atlet, maka hal itu menjadi sia-sia dan dipastikan atlet tersebut tidak bakal berprestasi,” ungkapnya.

Untuk menjaga fisik selalu terjaga, ia menghimbau kepada semua atlet supaya tidak merokok atau menggunakan zat-zat berbahaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu tidak bakal membawa kesuksesan dalam meraih prestasi dan berkarir di dunia olahraga,” tandasnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, M Ali YS menjelaskan, kejuaraan ini terdiri dari gaya bebas 50 meter dan gaya 50 meter estafet serta gaya dada. Peserta yang mengikuti kejuaraan ini terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa dan instansi. “Peserta pelajar SD sebanyak 55 orang, SMP 44 orang, SMA 19 orang, mahasiswa 55 orang dan instansi 18 orang,” pungkasnya. (sis)