Ciptakan Mental Driver Bukan Passenger

Pontianak –¬†Saat ini, Indonesia butuh generasi tangguh, bukan generasi cegeng dan labil. Era informasi teknologi mebuat banyak generasi muda Indonesia lalai dan tidak mandiri dalam hal kehidupan.

Demikian diungkapkan guru besar Ilmu Manajemen di Universtas Indonesia, Rhenald Kasali saat di Pontianak, belum lama ini.

Sesi Business Inspriration selama dua jam ini menitikberatkan kepada bagaimana memberikan pemahaman bahwa saat ini Indonesia butuh generasi muda yang mampu menjadi driver (pengemudi, red) bukan mental passenger (penumpang, red).

“Hanya dengan self driving, manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Sedangkan mentalitas passenger yang ditanam sejak kecil dan dibiarkan para eksekutif, hanya akan menghasilkan keluhan dan keterbelengguan. Inilah yang diajarkan para CEO tangkas kepada kaum muda dan eksekutifnya agar keluar dari perangkap mental passenger,” ujarnya.

Ia mengungkapkan saat ini banyak passenger mentality. Untuk itu Rhenald ingin mengubah menjadi mental pengemudi atau driver, sehingga mereka menjadi lebih waspada, berinisiatif tinggi, berani mengambil langkah, lebih kreatif dan lebih kritis.

Ia mengungkapkan, saat ini kata Renald ia kerap menemukan kebanyakan pegawai telah di-treat menjadi seorang yang bermental passenger, bukan driver.

Contoh di perusahaan milik negara, pegawai mereka dengan segala fasilitas dan gaji, mereka nyaman dengan keadaan seperti itu, tidak ada motivasi untuk mengembangkan diri, cara berpikirnya yang penting digaji.

“Akhirnya yaa itu-itu saja mentalnya dan pencapaiannya. Tugas kita, terutama para pemimpin mengubah metal-mental itu dan saya yakin masyarakat Kalbar bisa melakukan itu,” ujarnya.

Generasi sekarang kata Rhenald, harus dilatih untuk mengemudikan dirinya sendiri bukan dikendalikan orang lain.

“Bukan ijazah yang kita kedepankan tapi bagaimana mental terbentuk kuat mandiri sehingga ketika dalam kondisi terpuruk, kita tetap bisa bangkit dan terus bangkit hingga mampu menjawab tantangan,” katanya. (Wati Susilawati)