Browse By

Disiplin Ikuti Apel Peringatan Hari LH Sedunia, Azril Dihadiahi Sepeda

Pontianak – Azril Nawawi, seorang pelajar SMPN 1 Pontianak berurai air mata ketika diminta Wali Kota Pontianak, Sutarmidji untuk maju ke atas mimbar. Bukan karena dimarahi, namun lantaran dirinya terharu dihadiahi sebuah sepeda oleh orang nomor satu di Kota Pontianak. Sutarmidji menjanjikan akan memberikan sebuah sepeda dan langsung memerintahkan ajudannya untuk mencatat nama dan nomor telepon orang tua Azril.

Sepeda itu sebagai hadiah karena ia mengikuti apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tertib dan sikap sempurna ketika Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan di halaman Masjid Raya Mujahidin, Minggu (7/8). Azril mengaku, dirinya tidak pernah menyangka akan mendapat sebuah sepeda dari Wali Kota Sutarmidji sehingga tanpa disadari air matanya menetes karena terharu. “Saya memang sudah terbiasa disiplin setiap mengikuti upacara, apalagi ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya, kita harus bersikap sempurna dan pandangan lurus ke depan,” katanya.

Dirinya sependapat dengan apa yang disampaikan Wali Kota, bahwa lagu kebangsaan sebagai lambang negara yang harus dihormati dengan cara berdiri tegak dan bersikap sempurna setiap mendengar dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. “Kita harus menghormati lagu kebangsaan kita dan itu harus kita tanamkan dalam diri kita tanpa harus menunggu perintah,” ucap siswa yang sehari-hari diantar orang tuanya ke sekolah.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diatur dalam Undang-undang Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Karenanya, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji tak pernah henti-hentinya mengingatkan dalam setiap kesempatan apabila lagu Indonesia Raya dinyanyikan, seluruh yang ada di area upacara atau kegiatan lainnya, mesti berdiri dan bersikap sempurna serta ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya. “Saya lihat tadi yang mengikuti upacara dengan tertib adalah Azril ini. Saya akan berikan hadiah sepeda untuk dia,” ujarnya.

Sutarmidji menyayangkan saat apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, masih ada segelintir siswa yang menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak dalam posisi sempurna. Untuk itu, dirinya meminta kepada para guru di sekolah untuk mengevaluasi siswa didiknya serta memberikan pembinaan dalam hal baris-berbaris. “Saya lihat tadi masih ada yang memegang tas, menoleh ke kiri dan ke kanan. Kalau tidak disiplin, apa yang bisa diharapkan dari para generasi muda,” imbuhnya.

Diakuinya, untuk menjadikan seseorang disiplin itu tidak mudah. Namun demikian, dengan berdisiplin dalam berbagai aspek justru akan menjadikan biaya pengeluaran untuk pembangunan jauh lebih hemat. Menurutnya, daerah atau kawasan yang masyarakatnya tidak disiplin, biaya untuk perbaikan kawasan itu akan semakin mahal. Sebaliknya, kalau masyarakat disiplin, misalnya dalam mengelola sampah, memilah sampah untuk didaur ulang, baik organik maupun anorganik dan sebagainya maka itu akan membuat biaya yang dikeluarkan semakin kecil selain itu lingkungan akan semakin sehat.

“Bayangkan, berapa banyak biaya yang dikeluarkan akibat masyarakatnya tidak disiplin. Contoh, semakin banyak orang tidak disiplin dengan membuang sampah sembarangan maka butuh lebih banyak tukang sapu maupun tenaga untuk mengangkut sampah tersebut. Selain itu kita perlu TPA yang lebih luas, belum lagi armada pengangkut sampah,” pungkasnya. (wti)