Browse By

Dispenda Bongkar Reklame Bandel

Pontianak – Masih ditemukannya sejumlah papan reklame yang enggan membayar pajak di wilayah Kota Pontianak, membuat Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pontianak mesti bertindak tegas. Berbagai jenis reklame, mulai dari spanduk, sunscreen maupun papan merek dibongkar dan disita petugas Dispenda bersama Satpol PP Kota Pontianak dalam penertiban terhadap reklame-reklame yang tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak, Senin (22/8).
Diantara wajib pajak itu, yang paling banyak ditertibkan adalah reklame milik PT Kalbe Farma yang banyak terpasang di toko-toko obat maupun apotik. Selain itu, ada beberapa reklame milik perusahaan lainnya seperti ban Swallow, Oli Classic, Tri, Es Krim Walls, lampu Hori dan Autan.
Menurut Sekretaris Dispenda Kota Pontianak, Yaya Maulidia, penertiban reklame ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka pengawasan wajib pajak reklame. Ditertibkannya sejumlah reklame tersebut lantaran para wajib pajak tidak mengindahkan surat peringatan yang telah dilayangkan pihaknya.
“Karena tidak ada respon dari wajib pajak, maka kita eksekusi dengan melakukan pembongkaran dan penyitaan reklame,” tegasnya.
Perusahaan pemilik reklame tersebut, lanjutnya, cukup lama tidak membayar pajak yang menjadi kewajibannya sehingga pihaknya melakukan penertiban dalam rangka penegakkan aturan taat pajak. Menurut data terakhir, tercatat hampir 3 ribu reklame yang ditertibkan sepanjang tahun 2016. Terhadap para penunggak pajak yang bandel, terancam akan masuk dalam daftar hitam (blacklist) dengan tidak diizinkan memasang reklame di wilayah Kota Pontianak.
“Jadi, bagi para pemilik reklame, kami tegaskan kembali, patuhi aturan dengan membayar pajak. Kalau tidak, maka akan kami tertibkan dan bongkar reklamenya,” imbau Yaya.
Sementara itu, Ruli Sudira, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengembangan Dispenda Kota Pontianak, menambahkan, pihaknya tidak hanya menertibkan reklame-reklame yang tidak membayar pajak, tetapi reklame yang dipasang di tempat-tempat yang dilarang juga turut ditertibkan. Diantaranya, di atas saluran, parit dan sungai, pohon-pohon, tiang listrik, tiang telepon, traffic light dan tempat-tempat lainnya sesuai dengan Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 45 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame di Kota Pontianak.
“Bagi yang melanggar dan memasang reklame di tempat-tempat yang dilarang, maka langsung kita tertibkan tanpa melakukan pemberitahuan lebih dahulu,” tukasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat, untuk memberitahukan terlebih dahulu ke Dispenda sebelum reklame  dipasang. Sebab dikuatirkan reklame itu dipasang di tempat-tempat yang dilarang. “Jangan asal main pasang saja spanduk atau reklame apapun karena semua itu ada aturannya,” pungkas Ruli. (wti)