Dispenda Layangkan Peringatan Sebelum Ditindak

Pontianak – Kepala Bidang Pengawasan dan Pengembangan Dispenda Kota Pontianak, Ruli Sudira, mengungkapkan pihaknya terlebih dahulu melaksanakan tahapan prosedur kepada wajib pajak terkait penarikan pajak yang harus dibayarkan.

“Pertama melayangkan surat peringatan berupa surat teguran kepada wajib pajak untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), yaitu berupa surat pemberitahuan atas omzet yang mereka peroleh dalam kegiatan usahanya,” katanya.

Ia mengungkapkan, sampai jangka waktu yang ditentukan bila wajib pajak tidak melakukan pendaftaran atas usaha yang dijalankannya, maka pihaknya akan melayangkan kembali surat peringatan.

“Isinya, peringatan secara tertulis yang cukup diberikan sekali. Setelah surat peringatan itu diterima dan tidak juga direspon oleh wajib pajak, maka ada mekanismenya yang dinamakan surat peringatan untuk pelaksanaan razia,” ujarnya.

Bilamana surat peringatan pelaksanaan razia tidak juga mendapat tanggapan, maka tim akan menggelar razia terhadap obyek-obyek pajak yang belum melunasi kewajibannya, termasuk stikerisasi pada tempat usaha,” jelasnya.

Menurutnya, razia yang digelar ini masih dalam bentuk persuasif sebab pihaknya akan memberikan pembinaan supaya mereka segera melakukan kewajibannya melunasi pajak. Namun jangka waktu yang diberikan adalah tujuh hari kerja sejak penempelan stiker terhadap tempat usaha yang belum melunasi pajaknya.

“Apabila ini tidak memberikan efek terhadap mereka, maka kita sudah menyiapkan langkah-langkah selanjutnya yakni penutupan sementara dengan tim yang lebih besar dari pada ini,” tukas Ruli.

Sebab setelah jatuh tempo pada hari ketujuh tidak juga direspon oleh wajib pajak maka akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB). Dengan terbitnya SKPDKB itu, maka artinya sudah masuk tahapan administrasi penutupan sementara dengan penempelan stikerisasi bahwa tempat usaha dalam pengawasan karena tidak melakukan pembayaran pajak.

“Semakin cepat wajib pajak melakukan pelunasan terhadap tunggakannya, maka semakin cepat pula penutupan sementara itu dicabut,” pungkasnya. (Wati Susilawati)