Browse By

DPRD Setuju Hukuman Berat Pelaku Kejahatan Seksual 

Pontianak – Rencana pemerintah untuk membuat UU Tentang Kebiri banyak ditanggapi beragam, dan menelan pro kontra di kalangan masyarakat. Ketua DPRD Kota Pontianak Sataruddin pun angka bicara. Ia pun setuju dengan rencana pemerintah untuk memberlakuan hukum seberat-beratnya, termasuk kebiri karena menurutnya, saat ini pelaku kejahatan seksual sudah sangat kecil, bahkan tindakan pembunuhan yang dilakukan tergolong sadis.

“Setuju karena ini sudah sangat keterlaluan. Tindakan kejahatan seksual sudah sangat marak dan ini memprihatinkan, ini menjadi catatan kita untuk benar-benar mencari akar persoalan sebenarnya. Oke kalau soal hukum tapi yang lebih penting adalah mencari awal masalah ini, baru mencari solusi terbaik,” katanya. Sebelumnya, Walikota Pontianak Sutarmidji mendukung penerapan hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual agar bisa memberikan efek jera.

“Saya mendukung pemberian sanksi hukuman berupa kebiri bagi pelaku kejahatan seksual,” kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu lalu.

Ia menjelaskan, dirinya sangat setuju sanksi hukuman kebiri diterapkan, sebab tindak kekerasan seksual terhadap anak itu, termasuk kejahatan yang luar biasa, apalagi pelakunya lebih dari satu orang.

Hal itu, menurut dia, supaya ada efek jera bagi pelaku maupun bagi orang yang lain yang berniat ataupun terlintas akan berbuat kejahatan seksual.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak juga mengkritisi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena dinilainya lembaga itu seolah-olah lebih berpihak pada pelaku yang masih anak-anak.

Padahal, menurut dia, korban kekerasan seksual misalnya juga anak-anak yang seharusnya lebih mendapat perhatian serius.

“Kalau pelaku dilindungi, tidak dihukum dan hanya disanksi ringan, maka hal itu tidak akan memberi efek jera. Mereka harus bertanggungjawab secara hukum,” ujarnya.

Sehingga, menurut Sutarmidji, sanksi hukuman kebiri adalah pilihan terbaik ketimbang hukuman mati sebab dengan kebiri maka fungsi seksual dari pelaku tidak akan berfungsi lagi.

Sutarmidji juga prihatin dan mengecam tindakan pelaku kejahatan seksual, seperti halnya kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, bocah berusia 14 tahun, siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sehingga pelaku hendaknya diberikan sanksi seberat-beratnya. (Wati Susilawati)