Browse By

Dua Warga Pontianak Tipu 73 Nasabah

Pontianak – Polresta Pontianak menahan dua warga Pontianak yang diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 1,6 miliar. Uang tersebut untuk investasi program Koperasi Secret Money.
“Kedua tersangka sudah kita tahan di Mapolresta Pontianak yakni AS alias RD alias DD (22), warga Jalan Husien Hamzah Pontianak Kota dan MM (44), warga Sungai Jawi Luar,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yull Lapawesean, Kamis (19/1).

Menurutnya kasus ini terungkap berkat laporan tiga warga dari Pontianak, Kubu Raya, dan Bekasi, Jawa Barat. Mereka membuat laporan sebagai korban, Selasa (17/1). “Keduanya (AS dan MM), ditahan atas tiga laporan polisi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim.

Ketiga laporan polisi itu menurutnya datang dari Echa Yuyun Prasantie, seorang Ibu rumah tangga warga Gang M. Akim, Desa Kapur, Kubu Raya. Echa mengaku mengalami kerugian  Rp 300 juta. Korban lainnya adalah Rudi Kurbananta, warga Jalan Pangeran Natakusuma, Gang Airlangga, Pontianak Kota, yang mengaku rugi Rp 50 juta. Selanjutnya, ada Dessy Asriyanti, Ibu rumah tangga asal Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang rugi Rp 10 juta.

Andi Yull menceritakan, berdasarkan keterangan sementara, kronologi kejadian tersangka AS dan MM membuat investasi yang disebut Dana Trading Bitcoin (Saham Bitcom). Bitcoin merupakan bentuk pembayaran yang menggunakan mata uang digital, yang sudah dapat digunakan di seluruh dunia.

Kemudian tersangka MM mencari nasabah atau investor, untuk mengikuti program Koperasi Secret Money yang dibuat MM. MM lalu bertemu Echa, Dessy, dan Rudi. Ketiganya sepakat mengikuti Koperasi Secret Money. “Uang Rp 360 juta diserahkan kepada MM. Tersangka MM lalu menyerahkan uang tersebut kepada tersangka AS,” ucap Andi Yull.

Setelah beberapa bulan berjalan, Koperasi Secret Money yang dibuat AS dan MM ternyata fiktif. Dana yang terkumpul malah dipakai MM untuk keperluan pribadi. Sedangkan tersangka AS bermain saham di Bitcoin. Kasat memperkirakan jumlah korban Koperasi Secret Money kurang lebih 73 orang nasabah. Dengan demikian total uang keseleruhan Rp 1,6 miliar.

“Kedua tersangka kita amankan kemarin sore pukul 16.00 WIB. Pertama, kita amankan MM sebagai Ketua Koperasi Secret Money. Ia juga mencari nasabah atau investor untuk mengikuti program Koperasi Secret Money. Setelah dilakukan pengembangan, MM mengaku tidak sendirian. Ada AS yang perannya membuat ide Dana Trading Bitcoin,” papar Andi Yull.

Kasat menegaskan pihaknya terus mengembangkan kasus ini. Kedua tersangka menurutnya, dijerat pasal 372 atau 378 KUHP. (hdi)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 10.00 dan 21.00 di Volare 103.4 FM