Dubes Kagumi Pesona Tugu Khatulitiswa

Warta Volare Edisi 9 Maret 2015

Pontianak – Sebanyak 40 Duta Besar perwakilan negara sahabat berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, kunjungan yang diterima langsung oleh Walikota Pontianak merupakan rangkaian dari kegiatan kunjungan Perwakilan Duta Besar negara sahabat ke Kalimantan Barat, Minggu (8/9). 

Setelah disambut tari tradisional, Walikota Pontianak Sutarmidji mengajak untuk melihat lebih dekat tugu khatulistiwa sambil menjelaskan tentang perkembangan tugu khatulistiwa, “tugu  ini dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh ilmuan Belanda kemudian  direnovasi dan sekarang pun dalam tahap renovasi, rencananya disini akan dibangun kawasan khatulitiwa park,“ Jelas Nya.

Tugu khatulistiwa memang telah mengalami beberapa kali renovasi, mulai tahun 1928 kemudian  pada tahun 1930 disempurnakan kembali  tonggak, lingkaran beserta tanda panah nya. Pada tahun 1990-1991 kembali dibangun duplikat atau replika Tugu Khatulistiwa beserta bangunan pelindungnya  secara permanen berbentuk Kubah yang kemudian diresmikan oleh Gubenur Kalimantan Barat Parjoko SuryoKusomo pada tanggal 21 September 1991.

Beberapa duta besar negara sahabat sempat menyampaikan kepada Walikota Pontianak bahwa Indonesia khususnya Kota Pontianak perlu  mempromosikan tugu khatulitiwa karena selama ini yang lebih akrab dikenal sebagai tujuan  wisata di Indonesia hanya Bali dan pulau jawa sehingga lebih dikenal oleh wisatawan internasional.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh perwakilan duta besar negara sahabat, Walikota Pontianak H.Sutarmidji, SH, M.Hum mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya membuat Pontianak ini lebih dikenal oleh wisatawan, “Pembangunan telah mulai dilaksanakan untuk penataan kawasan ini walaupun ini sudah lama direncanakan, nanti disini akan dibangun khatulistiwa park kemudian akan ada hotel, restoran terapung, hutan kota, water boom dan wisata air lainnya, Kawasan ini dikembangkan lebih dari 5 hektar dan akan bisa menarik minat para turis manca negara dengan pesona kulminasi nya. Nanti akan kita kemas kelebihan dan manfaatnya secara ilmiah ketika berada di khatulitiswa sehingga ini akan menjadi objek wisata andalan kota Pontianak kedepannya.”

Selain itu setiap tahun Pemkot Pontianak rutin menggelar acara untuk mempromosikan Pesona Kulminasi di Tugu Khatulitiswa. Setiap tahun matahari melintasi garis Khatulistiwa sebanyak 2  kali, yakni tanggal 21-23  Maret yang bergerak ke arah Utara dan  21-23 September bergerak kearah selatan,  Kulminasi merupakan suatu kejadian, dimana matahari tepat berada di Garis Khatulistiwa.

“Garis Equator membagi bumi menjadi 2 bagian yang sama besar yaitu Utara dan Selatan dan titik nol nya berada tepat ditempat kita berdiri, nanti kita akan berdiri disana dipinggir sungai kemudian dengan sekali melangkah para duta besar dan rombongan sudah berpindah dari bumi utara ke selatan, ” Jelas Wali kota Pontianak.

Pada kunjungan tersebut para duta besar juga berkesempatan mencoba untuk mendirikan telur di dekat tugu khatulistiwa kemudian berfoto bersama di garis Equator serta menerima penyerahan sertifikat langsung dari Walikota Pontianak tentunya akan menjadi kesan tersendiri  bagi duta besar ketika usai berkunjung di tugu khatulistiwa Pontianak. (sis)