Browse By

English Teletalk, 29 April 2014

#howtosayit: PUT YOUR FEET UP = ongkang-ongkang kaki / SIT BACK AND DO NOTHING = duduk bersantai

Example:
** I’m going to make myself a cup of coffee and put my feet up for half an hour.
Artinya: Aku akan membuatkan diriku sendiri secangkir kopi dan ongkang-ongkang kaki selama setengah jam.

**Many people just sit back and do nothing about the problems of today.
Artinya: Banyak orang hanya duduk bersantai tentang berbagai masalah saat ini.

 

 

#idiom: PULLING SOMEONE’S LEG = membodohi atau mengatakan sesuatu yang tak benar kepada seseorang dengan tujuan membuat mereka percaya akan yang dikatakan.

Elis: PULLING SOMEONE’S LEG sekali lagi PULLING SOMEONE’S LEG.

Ganis: To pull someone’s leg tidak ada hubungannya dengan menarik kaki seseorang. Idiom ini berarti membodohi atau mengatakan sesuatu yang tak benar kepada seseorang dengan tujuan membuat mereka percaya akan yang dikatakan. Ejaan untuk PULLING adalah P-U-L-L-I-N-G, SOMEONES’S adalah S-O-M-E-O-N-E-‘-S dan LEG adalah L-E-G.
Sekarang kita simak contoh penggunaan idiom PULLING SOMEONE’S LEG:

Elis: I was just pulling Ben’s leg when I said Sally wanted to go out with him, but he believed me and called her. And now they really are seeing each other!

Ganis: Artinya: Aku hanya membodohi Ben ketika aku bilang Sally ingin jalan dengannya, tapi dia percaya padaku dan menghubunginya. Dan sekarang mereka benar-benar berkencan!

Elis: Ini sih iseng yang berbuah manis ya Nis. Nah, idiom ini memang biasanya digunakan dalam konteks bercanda.

Ganis: Satu hal lagi lho Elis, PULLING SOMEONE’S LEG sering digunakan dalam bentuk continuous tense.

Elis: Jadi-jadiiii, idiom yang kita bahas tadi adalah PULLING SOMEONE’S LEG sekali lagi PULLING SOMEONE’S LEG yang artinya:

Ganis: Membodohi atau mengatakan sesuatu yang tak benar kepada seseorang dengan tujuan membuat mereka percaya akan yang dikatakan.

 

 

#dwibahasa: Berita BBC tentang ancaman boikot Sherpa.

Sherpas on Mount Everest threaten a boycott

Nepal’s mountain guide organisations have denied that Sherpas on Mount Everest have abandoned all climbing after an avalanche last Friday killed sixteen of their colleagues.

The Sherpas had threatened a boycott unless the government offered them a better share of the revenue raised from foreign climbers and more compensation for the families of those who died.

Nepal’s tourism minister, Sushil Ghimire, also insisted that rumours of a mass walkout by the Sherpas were untrue.

Sherpa Puncak Everest ancam boikot
Organisasi pemandu gunung Nepal menyangkal bahwa para pemandu yang dikenal sebagai Sherpa di Puncak Everest mengabaikan semua pendakian setelah terjadi longsor Jumat pekan lalu yang menewaskan 16 rekan kerja mereka.

Para sherpa mengancam akan melakukan boikot kecuali pemerintah menawarkan pembagian pendapatan yang lebih baik dari para pendaki asing dan kompensasi lebih banyak bagi para keluarga Sherpa yang meninggal.

Menteri pariwisata Nepal, Sushil Ghimire juga berkeras bahwa rumor tentang pemogokan masal para Sherpa tidak benar.