FOTISMINI (15 – 22 Juli 2017)

Payung Teduh

Seteduh musik dan nama band dari Jakarta yang dibentuk sejak 2007. Payung Teduh beranggotakan Muhammad “Is” Istiqamah Djamad (vokal, gitar), Comi Aziz Kariko (kontra bass), Ivan Penwyn (gitar ukulele), dan Alejandro “Cito” Saksakame (drum). Telah merilis album Payung Teduh (2010), Dunia Batas (2012), dan album live recording Live and Loud (2016).

Is dan Comi lebih dulu membentuk duo dan tampil untuk menghibur teman di Teater Pagupon, Universitas Indonesia. Semakin lengkap dengan bergabungnya Cito di 2008 dan Ivan di 2010. Payung Teduh didirikan atas dasar senang-senang dan menjadikan kegiatan bermusik mereka sebagai hobi. Diluar Payung Teduh, keempatnya berprofesi sebagai pengajar musik, dosen sampai desainer grafis.

Bergabung dengan label Ivy League Music dan diproduseri Mondo Gascaro, Payung Teduh kian dikenal lewat album Dunia Batas di 2012. Album ini menjadi album terbaik pilihan Tempo di 2012. Oleh Rolling Stone Indonesia, Payung Teduh mendapat gelar sebagai grup pendatang baru terbaik. Perayaan Record Store Day 2015, Payung Teduh merilis Dunia Batas dalam bentuk kaset dan dijual terbatas sebanyak 300 keping saja.

Bekerja sama dengan Yamaha Musik Indonesia, Payung Teduh mengadakan pertunjukan terbatas sekaligus rekaman langsung untuk album Live and Loud di 2016. Rekaman tersebut membawakan sepuluh lagu dari dua album yang digabungkan dengan string orkestra mini. Diproduseri Sadrach Lukas dan Alvin Witarsa. Album ini didukung lebih dari 500 orang yang melakukan pre-order dan nama-namanya ada dalam sleeve album.

Lewat single terbaru “Akad”, Payung Teduh berharap menjadi medium bagi yang ingin membuktikan kesungguhan cinta untuk pasangan terkasih. Berkisah tentang pinangan untuk menjalani hidup bersama dalam pernikahan. “Akad” menjadi satu dari sembilan lagu yang akan masuk di album ketiga Payung Teduh. Penasaran seperti apa album baru mereka? Tungguin aja.