Browse By

Gelar Seminar Fiqh Zakat, FKFW Dapat Dukungan dari Baznas Kota Pontianak

Pontianak – Forum Kajian Fiqh Wanita (FKFW) akan mengadakan “Seminar Fiqh Zakat dan Cara Menghitungnya” pada Sabtu, 29 April 2017 mendatang.

Kegiatan ini ternyata disambut oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pontianak, Nasrullah Chatib, saat menerima audiensi FKFW, di Kantor Baznas Kota Pontianak, di Jalan Tabrani Achmad Pontianak.

Dia mengapresiasi upaya banyak pihak untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berzakat. Jadi tugas ini bukan hanya tugas Baznas tapi seluruh pihak.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang akan diselenggarakan FKFW. Dari Baznas siap mensupport termasuk untuk memberikan pelatihan cara menghitung zakat ini,” ungkapnya, kemarin.

Baznas sendiri katanya memiliki misi, satu di antaranya ingin mengembangkan program pendayagunaan zakat untuk menyakinkan para muzaki (pemberi zakat) bahwa zakat ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat. “Zakat itu wajib, dan patut diingat zakat itu per orang bukan per keluarga,” katanya.

Baznas Kota Pontianak mencatat potensi dari zakat umat ini mencapai angka Rp 200 miliar dan itu hanya untuk Kota Pontianak saja. Nasrullah mengatakan hanya saja saat ini potensi zakat sebesar itu belum tergarap maksimal.

“Mindset masyarakat atau umat Islam soal zakat ini perlu diubah. Jangan sampai mereka pikir ini bukan hal penting. Padahal zakat itu wajib dikeluarkan. Masuk dalam rukun islam. Ya, kalau dia bukan mustahik (penerima zakat), maka dia adalah muzaki (pemberi zakat),” katanya.

Dia menyebut untuk tahun ini Baznas Kota Pontianak akan menargetkan penghimpunan zakat Rp 5 miliar.  Rinciannya, kata Nasrullah, dari penduduk muslim Kota Pontianak yang mencapai 400-an ribu jiwa.

“Bila 50 persen saja tau 200-an ribu orang yang mengeluarkan zakat fitrahnya, itu saja nilainya sudah Rp 5 miliar. Sementara jika dari jumlah tadi lima persen saja yang mengeluarkan zakat maal-nya itu bisa terhimpun hingga Rp 32 miliar,” jelasnya.

Lalu berapa perkiraan zakat infaq sedekah (ZIS) yang bisa dikumpulkan dari mereka-mereka yang bekerja atau memiliki profesi. Dari ini saja, kata Nasrullah, dari muzaki yang bekerja di instasi pegawai negeri, instasi vertical, guru, BUMN, BUMD, asosiasi, perbankan dan lembaga non-bank itu asumsinya mampu terkumpul Rp 15 miliar.

“Dengan perhitungan perkiraan minimal terkumpulnya ZIS ditinjau dari aspek kependudukan Rp 45 miliar atau hanya dari aspek penguatan UU Zakat no 23 tahun 2011 terhadap penguatan zakat profesi Rp 15 miliar. Maka, cuku realistis bila Baznas menargetkan tahun pertama pengumpulan ZIS Rp 5 miliar,” ujarnya.

Wakil Ketua Baznas Kota Pontianak Iskandar Zulkarnain memaparkan potensi zakat yang begitu besar ini masing-masing kontribusinya Rp 47 miliar dari instansi dan Rp 153 miliar diperoleh dari masyarakat.

“Potensi zakat Kota Pontianak sampai Rp 200 miliar. Banyak masyarakat yang masuk dalam kategori pemberi zakat atau Muzaki masih belum paham hal ini,” jelasnya yang ikut menerima audiensi dari FKFW ini.

Dia menjelaskan beberapa upaya dilakukan untuk menggarap potensi penerimaan di antaranya dengan menggandeng Dewan Mesjid.

“Kita juga dibantu Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” katanya.

Ditambahkannya, di Kota Pontianak ada lebih dari 500 UPZ. Ketua FKFW, Syarifah Azizah, mengatakan program Seminar Fiqh Zakat dan Cara Menghitungnya ini merupakan program keummatan. FKFW sebagai forum yang bergerak dr sisi prefentif membangun komunikasi dan kesadaran forum-forum majelis yang disinggahi untuk bersama-sama membangun kesadaran.

“Memang bisa disimpulkan bahwa untuk enyimpulkan membangun kesadaran itu bukan hal mudah, apalagi seorang muslimah berperan penting dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu kami mengajak seluruh elemen muslimah baik individu atau kelompok ikut dalam seminar ini,” kata Syarifah Azizah.

Menurutnya siapapun bisa berpartisipasi untuk ikut serta. Syaratnya dengan cara mengisi blanko identitas, yang sekaligus itu merupakan database muzaki.

“Alhamdulillah audiensi yang kami lakukan disambut dan didukung oleh Baznas Kota Pontianak,”terangnya.

Dia pun memaparkan dalam sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat ternyata respons dan animonya pun luar biasa. “Kita percaya dari aspek keilmuan dan transparansi inilah dua hal pendukung terwujudnya kebangkitan zakat,” sampainya.

Dilanjutkannya, panitia yang dibentuk ini selanjutnya akan dikader oleh Baznas untuk mendapatkan pembinaan (training).

“Saya berterimakasih kepada seluruh elemen Pemerintah, tokoh agama, pengurus dan jamaah majelis yang telah memdukung dan berpartisipasi. Semoga Allah limpahkan keberkahanya. Karena dengan berzakat kita sudah menyelamatkan umat dan dengan berinfaq kita meraih hidup berkah,” katanya. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 12.00 dan 16.00. Simak pula Warta Volare Weekend setiap Sabtu pukul 07.00 dan 12.00 di Volare 103.4 FM