#howtosayit : ADD FUEL TO THE FIRE

Bujang Dare, kita akan membahas cara pengucapan dan penggunaan sebuah idiom yang sering native speaker Bahasa Inggris gunakan sehari-hari. Idiom merupakan sebuah kata atau gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna berbeda, namun ketika disatukan akan membentuk makna baru yang berbeda dari makna kata aslinya.

Idiom yang akan kita bahas hari ini adalah ‘ADD FUEL TO THE FIRE’. Idiom ini terdiri dari beberapa kata yaitu kata ADD, FUEL, TO, dan FIRE. Kata ADD yang ejaannya A-D-D artinya adalah “Menambah”. Kemudian kata FUEL yang ejannya F-U-E-L artinya adalah “Bahan bakar”. Kata TO yang ejaannya T-O artinya adala “Ke” atau “Pada”. Terakhir kata FIRE yang ejaannya F-I-R-E artinya adalah “Api”. Ketika menjadi sebuah idiom, maka ADD FUEL TO THE FIRE artinya adalah “Memperburuk atau memperuncing keadaan, atau membuat pertengkaran atau keadaan buruk menjadi lebih parah”. Kata FIRE juga bisa digantikan dengan kata FLAME yang artinya “Bara api” menjadi ADD FUEL TO THE FLAME.

Berikut ini contohnya:

1. Roger was already upset, and your making fun of his mishap just added fuel to the fire.
(Roger memang sudah kesal, dan olok-olokan kamu mengenai kejadian tak enak yang dialaminya hanya memperburuk keadaan)

2. Shouting at a crying child just adds fuel to the fire.
(Berteriak pada seorang anak kecil yang sedang menangis hanya memperburuk suasana)

3. Peter’s soothing words did not calm Mary but only added fuel to the flame. Mary became so furious that she started throwing things at him.
(Ucapan Peter yang bernada lembut tidak menenangkan Mary, malahan memperburuk keadaan. Mary menjadi begitu marah sehingga dia melempar apa saja ke arah Peter)

4. Should the government warn the public of terrorist threats, or is thismerely adding fuel to the fire?
(Haruskah pemerintah mengingatkan masyarakat tentang ancaman teroris, atau ini hanya semata-mata memperburuk keadaan?)