Browse By

Indonesia Corruption Watch Puji Walikota Pontianak

Pontianak – Koordinator ICW Adnan Topan Husodo memuji Pontianak. Dia mengatakan biaya perjalanan Dinas Pontianak paling rendah se-Indonesia.

“Catatan baik yang lainnya ada 6.799 SOP untuk SKPD. Ada pula School Map,” ungkapnya saat di Pontianak, belum lama ini.

Dia mengingatkan bahwa APBD yang baik selalu diawali dengan partisipasi publik. Musrenbang harus efektif. Akan tetapi ada titik-titik krusial yang bisa menentukan efektif tidaknya musrenbang kelurahan atau desa, yakni musrenbang kecamatan dan forum SKPD.

“Kedua itu harus baik, kalau tidak akan menampikkan partisipasi masyarakat,” paparnya.

Untuk kritik, Adnan Topan mengawali dengan fokus pada belanja bukan pendapatan. Dia melihat belanja pada RAPBD Pontianak 2016, fisik jauh lebih besar dari nonfisik. “Penyertaan modal pemkot ke BUMD belum memberikan keuntungan dibandingkan dengan target penerimaan deviden,” imbuhnya.

Knowladge Management TII Wawan Suyatmiko menyatakan dalam pos pendapatan di RAPBD Pontianak 2016 adalah dana perimbangan dengan prosentase 52 persen, sedangkan pendapatan daerah hanya 22 persen.

“Hal ini perlu menjadi perhatian khusus untuk Pemkot Pontianak menggenjot PAD-nya. Misalnya dengan menaikkan pajak hiburan dan sarang walet yang tercatat turun 50 persen,” ujarnya.

Terhadap belanja, Wawan melihat cenderung meningkat dari tahun ketahun. Menurutnya peningkatan itu harus diimbangi dengan pelayanan publik yang kian prima. (sis)