Imlek, Pontianak Gelar Arak-arakan Naga

Warta Volare Edisi 19 Februari 2015

Pontianak – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengungkapkan Imlek itu merupakan hari besar bagi pemeluk agama Konghucu dan itu diakui di dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1969. Untuk itu kita harus memberikan rasa aman bagi pemeluk agama yang merayakan hari besar seperti Imlek ini.

Menurutnya, perayaan Imlek di Kota Pontianak tidak ada masalah yang berarti. Begitu pula perayaan Cap Go Meh dengan arak-arakan naga sudah rutin digelar dan masyarakat pun sudah terbiasa dengan kegiatan itu.

Jumlah arak-arakan naga setiap tahunnya cenderung berkurang. Sejak pertama diizinkan Pemkot, jumlah arakan naga sebanyak 23 naga. Tahun berikutnya, 18 naga,  kemudian turun menjadi 13 naga dan saat ini hanya berkisar antara 6 hingga 10 naga saja.

“Banyak-banyak jumlah naga pun atraksinya sama saja, tetapi kalau hanya dua atau tiga naga dengan bentangan yang panjang dan atraksinya menarik mungkin lebih menarik masyarakat menontonnya,” katanya.

Sementara itu, untuk atraksi tatung diakuinya memang tidak diizinkan untuk ditampilkan di Kota Pontianak dan diarahkan di Singkawang. Dijelaskannya, tatung tidak diizinkan untuk tampil beratraksi di kota ini lantaran sebagai kota yang multi etnis hal itu sangat rentan terhadap kerawanan-kerawanan sosial.

“Biarlah tatung di Singkawang, Pontianak cukup atraksi arakan naga,” imbuhnya. (sis)