Browse By

INA SBGs BPJS Khusus RSS Akan Naik?

Warta Volare Edisi 3 Maret 2014

Pontianak – Engganya rumah sakit swasta (RSS) di Kota Pontianak untuk terlibat dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ini menjadi catatan serius, mengingat masih banyak warga yang belum terlayani pelayanan kesehatan rumah sakit daerah.

Rapat kerja yang digelar bulan lalu oleh DPRD Kota Pontianak dengan mengundang RSS Kota Pontianak tidak menghasilkan keputusan apapun, hanya keluhan RSS akan klaim tarif pelayanan kesehatan BPJS menurut stadar RSS tersebut tidak sesuai. 

“Kita sadari betul itu, mengapa RSS tidak mau masuk ke program BPJS ini karena tarif layanan tidak mencukupi untuk kost biaya RSS itu. Makanya, kita cari formulasinya yang terbaik harus seperti apa agar mereka bisa terlibat,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak, Herman Hoffi, Selasa (3/3).

Ia mengungkapkan, sebenarnya RSS mau terlibat dalam BPJS ini tetapi dengan catatan tarif INA SBGs harus naik untuk RSS ini.

INA SBGs merupakan sistem yang digunakan dalam program BPJS atau paket pembayaran menyangkut tarif, pelayanan dan obat.

“INA SBGs mereka anggap terlalu rendah dan tidak menutupi cost yang sebenarnya. RSS banyak belum mengetahui INA SBGs seperti apa dan E Katalog (obat-obatan) itu apa. Padahal, dalam INA SBGs itu ada 154 diagnosa ditanggung begitu juga dengan obat,” paparnya.

Ketidakpahaman RSS akan konsep INA SBGs ini harus disingkronkan agar RSS mau bergabung dalam jajaran kerjasama dengan BPJS.

“Belum lama ini kita sudah mendatangi Kementerian Kesehatan untuk membahas persoalan ini. Hasilnya, dalam waktu dekat ini pihak Kementerian Kesehatan akan datang dan membahas khusus persoalan ini. Bisa jadi tarif INA SBGs naik untuk RSS. Kita lihat saja seperti apa nanti. Komisi D masih menunggu kedatangan mereka, nanti DPRD akan menjembatani persoalan ini,” ujarnya. (sis)