Browse By

Jangan Ragu Berinvestasi di Pontianak

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji meyakinkan para investor agar tidak ragu berinvestasi di Kota Pontianak. Terlebih sektor perhotelan dan restoran yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan di Pontianak. Pasalnya, indikator kedua sektor itu sudah jelas bila dilihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun.

“Artinya, tidak ada alasan bahwa ada kegoyahan pada bisnis ini. Kalau memang investasi perhotelan di Pontianak tidak menarik, kenapa yang sudah memiliki hotel justru ingin membangun hotel baru lagi,” ulasnya saat membuka Pontianak Food and Fashion Festival di halaman parkir A Yani Mega Mall, Rabu (1/2) malam.

Ia berharap, di Pontianak banyak tumbuh para entrepreneur atau pengusaha di segala sektor. Pihaknya siap membantu dalam kemudahan perizinan. Sebab, kata Sutarmidji, seluruh jenis perizinan di Kota Pontianak dinilai sebagai yang terbaik dan tercepat. Bahkan, dirinya berkeinginan penandatanganan seluruh perizinan dilimpahkan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak sebagai instansi yang memberikan pelayanan perizinan.

“Saya ingin layanan perizinan di Kota Pontianak ini terus semakin cepat, transparan dan murah,” ucapnya.

Tak hanya di tataran tata kelola di Pemerintahan Kota Pontianak, namun juga sudah menyebar di instansi lain yang ada di Pontianak. Walikota dua periode ini menyebut, Polresta Pontianak menduduki peringkat kedua dalam tata kelola polres tingkat kota se-Indonesia. Demikian pula Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pontianak, ditetapkan sebagai BPN tercepat se-Indonesia dalam memberikan pelayanan sertifikat tanah.

Diakui Sutarmidji, PAD bukanlah target utama untuk pembiayaan pembangunan. Lebih dari itu, penghematan dan efisiensi di dalam pengeluaran tata kelola anggaran jauh lebih penting dibandingkan PAD.

“PAD akan otomatis meningkat seiring dengan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Sebagaimana dilansir Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), menempatkan Pontianak pada peringkat pertama dalam Tata Kelola Ekonomi Daerah (TKED) terbaik se-Indonesia dari 32 ibu kota provinsi yang disurvei dengan skor 79,29. Secara rinci, untuk Indeks perizinan usaha, Pontianak meraih skor 87,27, bidang infrastruktur 97,96 dan interaksi pemda dan pelaku usaha 75,53. Sedangkan dari sisi kapasitas dan integritas kepala daerah, Pontianak berhasil meraih skor tertinggi yakni 96,67. Pontianak berhasil mengungguli kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia.

Dari hasil survei, sebagian responden yang merupakan pelaku bisnis menjagokan Pontianak karena telah menyediakan infrastruktur yang baik, stabilitas serta kemudahan dalam penerbitan perizinan usaha. Kota Pontianak juga dinilai telah menerapkan layanan perizinan terpadu satu pintu yang mampu menerbitkan izin usaha bagi pelaku usaha dalam waktu sehari saja, lebih cepat dari pemerintah pusat yang mematok waktu tiga hari. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 10.00 dan 21.00 di Volare 103.4 FM