Browse By

Job Fair Sedia 2.308 Lowongan

Pontianak – Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak menggelar Job Fair 2016 selama tiga hari, mulai tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2016 di Gedung Pontianak Convention Centre (PCC). Bursa Lowongan Kerja yang bertema Indonesia Kerja Nyata ini diikuti 42 perusahaan dan 2.308 lowongan yang tersedia.
Walikota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, Job Fair atau Bursa Lowongan Kerja ini tidak hanya diisi oleh perusahaan-perusahaan yang mencari tenaga kerja saja, tetapi ke depan harus tersedia informasi-informasi bagi para pencari tenaga kerja (pencaker) untuk menciptakan lapangan kerja baru. Tidak sedikit peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan bisa menyerap tenaga kerja. Misalnya, bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam menciptakan aplikasi-aplikasi yang banyak dibutuhkan di Kota Pontianak atau pihak swasta. Aplikasi-aplikasi itu bisa ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya.
“Atau memang mereka yang bergerak di bidang-bidang tersebut melakukan start-up dan mengembangkannya sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak serta menghasilkan uang yang cukup banyak,” ujarnya usai membuka Job Fair, Rabu (31/8).
Selain itu,  lanjut Sutarmidji, peluang yang patut dilirik adalah jasa penyediaan tenaga keamanan atau security service. Jasa penyediaan tenaga keamanan ini memiliki prospek yang bagus dan mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak. Terlebih, pemerintah daerah tidak boleh lagi menerima pegawai baru sebagaimana kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pegawai.
“Jangankan untuk tenaga keamanan, Satpol PP saja yang dibutuhkan untuk penegakkan Peraturan Daerah (Perda) tidak ada lowongan. Sehingga ke depan, Satpol PP fokus pada penegakkan aturan sedangkan pengamanan perkantoran akan menggunakan pihak jasa penyedia tenaga keamanan swasta,” tuturnya.
Tidak hanya perkantoran, taman-taman yang dikelola Pemkot juga memanfaatkan tenaga security, hanya satu orang petugas Satpol PP yang ditempatkan di taman-taman tersebut. Pihaknya juga melakukan pelatihan-pelatihan satpam bagi warga kurang mampu yang memiliki postur tubuh ideal dengan dibiayai Pemkot. Melalui pelatihan itu, mereka akan memiliki kompetensi dan sertifikasi serta memenuhi syarat menjadi tenaga security.
Berbicara angka pengangguran, Sutarmidji menjelaskan, angka pengangguran di Kota Pontianak hampir 7 persen. Angka itu dinilainya sebagai bonus demografi. Artinya, mereka sebagian besar adalah anak-anak muda yang memiliki kualitas SDM yang baik namun belum memiliki kesempatan untuk mengisi lapangan kerja yang ada. Kendati angka pengangguran hampir 7 persen, namun angka kemiskinan justru cenderung turun hingga merosot menjadi 5 persen.
“Angka pengangguran ini sebenarnya pengangguran yang memiliki skill yang baik tetapi belum mendapat kesempatan kerja,” tukasnya.
Kepala Dinsosnaker Kota Pontianak, Aswin Djafar berharap, melalui Job Fair yang diikuti 42 perusahaan dengan lowongan kerja 2.300-an ini bisa terisi supaya angka pengangguran berkurang. Pihaknya berupaya meningkatkan kompetensi dan sertifikasi para pencaker Kota Pontianak. Salah satu peluang kerja yang sangat sedikit diisi oleh pencaker adalah sektor perhotelan. Padahal, pertumbuhan sektor perhotelan di Kota Pontianak cukup banyak.
“Sektor perhotelan sangat sedikit diisi oleh warga Pontianak karena tidak memenuhi persyaratan. Dinsosnaker akan berupaya memfasilitasi mereka supaya memiliki kompetensi dan memenuhi syarat diterima di sektor perhotelan,” pungkasnya. (wti)