Browse By

Kawasan Beting Segera Ditata

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji telah menandatangani kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) penataan kawasan Beting di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) RI di Jakarta baru-baru ini. Penataan kawasan tersebut merupakan program sharing antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan Pemerintah Pusat.

Menurut Sutarmidji, latar belakang dilakukannya penataan kawasan beting yang berlokasi di pinggiran Sungai Kapuas ini, setelah Presiden RI, Jokowi membandingkan dengan negeri tetangga, Brunei Darussalam dengan rumah-rumah di sepanjang pinggir sungai yang tertata rapi. Saat digelarnya Karnaval Khatulistiwa tahun lalu, yakni karnaval sungai, Jokowi melihat kawasan Beting di pinggiran Sungai Kapuas memiliki kemiripan dengan kehidupan rumah-rumah di atas air yang ada di negara tetangga. Potensi itu bisa dimanfaatkan sebagai ikon bila ditata dengan baik. Kawasan Beting memiliki keunikan sebab letaknya di pertigaan antara potongan Sungai Landak dan Kapuas.

“Kawasan Beting kalau sudah ditata, tidak kalah dengan Brunei Darussalam,” ujarnya usai membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII di Universitas Panca Bhakti, belum lama ini.

Penataan kawasan Beting, lanjutnya, akan berjalan selama tiga tahun ke depan hingga 2019. Tahap awal, rencananya dimulai tahun ini. Proyek penataan kawasa Beting ini juga didukung oleh Tim Terpadu yang terdiri dari Koramil, Polsek serta di-backup oleh Kodim serta Polresta Pontianak.

“Saya berharap masyarakat mendukung pembangunan ini, tidak ada gangguan apapun sebab ini program pemerintah pusat. Ketika penataan kawasan itu selesai nantinya, Bapak Presiden akan meninjau langsung,” ungkap Sutarmidji.

Tahun ini, akan ada pengerjaan proyek jalan pinggiran sungai dari depan Pasar Kenanga hingga 400 meter panjangnya. Kemudian, tahun depan dilanjutkan kembali hingga Jembatan Kapuas I. Setelah penataan kawasan Beting tuntas, dilanjutkan dengan lokasi lainnya yakni di Banjar Serasan. “Kalau di sana penataan kawasan kumuh,” imbuhnya.

Kegiatan pembangunan tersebut tidak hanya bersumber dari dana pemerintah pusat, tetapi sebagian juga dibiayai dari APBD. Pihaknya juga akan mengupayakan bagian depan sungai bersih dari bangunan.

“Jadi, bangunan di atas sungai tidak boleh ada. Kan ada Garis Sempadan Sungai,” tegasnya. (Wati Susilawati)