Browse By

KB MKJP Makin Diminati

Warta Volare Edisi 19 Februari 2015

Pontianak – Pelayanan Keluarga Berencana (KB) melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) semakin diminati oleh masyarakat.

Hal ini dapat dilihat dengan tingginya minat masyarakat Kecamatan Pontianak Utara untuk mengganti metode KB yang biasa digunakan dari pil KB maupun suntik kemudian beralih menggunakan implant maupun IUD pada Pelayanan KB MKJP Provinsi Kalimantan Barat di Puskesmas jalan Parwasal Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara..

Ratih salah satu peserta KB yang ikut pada kegiatan pelayanan KB menuturkan, tertariknya mengganti metode suntik KB yang biasa ia gunakan dengan MKJP berkat penyuluhan dari PLKB dan kader yang memberikan pencerahan manfaat jika menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang.

“Awalnya saya menggunakan suntik KB, setelah suntik KB sakitnya kadang-kadang seminggu belum hilang makanya saya coba cari informasi untuk mengganti suntik dengan cara lain. Alhamdulillah setelah dapat informasi hari ini saya mantap menggunakan implan,” ujarnya.

Ia mengaku pelayanan KB yang diberikan oleh petugas puskesmas juga sudah terlatih. “Tadi waktu pasang implant nggak lama ndak sampai lima menit sudah selesai, masangnye juga cepat jadi ndak terase, tau-tau sudah selesai,” ungkapnya.

Pada hari pertama pelayanan KB MKJP di puskesmas jalan Parwasal total peserta yang mendaftar untuk implant sudah sebanyak 8 orang dan IUD ada 16 orang, rencananya pelayanan ini akan tetap berlangsung hingga akhir februari 2015.

Kepala BPMPAKB Kota Pontianak dr.Darmanelly, M.Kes dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang didukung oleh BKKBN Provinsi Kalbar.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada BKKBN yang telah memfasilitasi kegiatan ini semoga akseptornya datang tidak hanya door prize tapi menyadari kesehatan itu penting,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, KB penting dalam rangka mencegah kematian ibu, mengingat ada empat penyebab secara langsung, yaitu terlalu muda, terlalu dekat, terlalu banyak dan terlalu tua.

“Saya juga membawa crew PMI karena kematian ibu tidak hanya 4 terlalu tadi tetapi yang utamanya adalah perdarahan sehingga kadang-kadang  perlu ditolong dengan transfusi darah karena darahnya banyak yang hilang,” jelas Darmanelly yang juga menjabat sebagai Direktur PMI Kota Pontianak.

Ia mengajak kepada masyarakat untuk berpartisipasi guna mendonorkan darahnya sebagai tambahan stok darah PMI dan ajakan tersebut langsung direspon positif oleh warga yang langsung mendonorkan darahnya di tempat pelayanan KB. (sis)