Keberhasilan Pembangunan Pontianak

Warta 3 – 17 Juni 2011

Untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu daerah, pada umumnya dapat diukur melalui beberapa indikator. Di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, inflasi yang menurun, dan berkurangnya pengangguran serta pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Paryadi, Wakil Walikota Pontianak menjelaskan, untuk Kota Pontianak indikator pertumbuhan ekonomi pencapaian di tahun 2010 adalah sebesar 5,41% yang berarti meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2009 yang hanya sebesar 4,93%.

Menurut Paryadi, struktur perekonomian di Pontianak didominasi peran serta swasta dan masyarakat dalam kontribusinya, peran anggaran pemerintah Kota Pontianak hanya bersifat stimulan dan pendukung dalam agregat perekonomian kota. Hal ini berimplikasi pada tingkat pencapaian nilai investasi yang bergantung cukup besar pada iklim perekonomian baik di tingkat kota, regional, maupun nasional. Sehingga untuk ke depannya Pemkot Pontianak bersama-sama semua elemen pembangunan akan berusaha menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sehingga mendorong meningkatnya investasi.

Paryadi juga menjelaskan perkembangan indikator inflasi dalam kurun 2010 berada pada kisaran 8,52% jika dibandingkan dengan proyeksi inflasi dalam Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2010 yaitu sebesar 9,70%, kondisi ini menunjukkan kinerja yang cukup baik.

Mengenai tingkat pengangguran, pada tahun 2010 menurun sebesar 7,79% jika dibandingkan dengan angka tahun 2009 yaitu sebesar 9,38%. Sedangkan angka IPM, Kota Pontianak tercata 72,41% yang merupakan IPM tertinggi jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dan juga lebih tinggi dari angka rata-rata IPM Kalbar.