Kembangkan Ekraf Bangun Usaha Lokal

Pontianak- Direktur Hubungan antar Lembaga Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif, Hassan Abud saat di Pontianak menjelaskan, pihaknya melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Pontianak dengan tujuan memetakan kerjasama dalam pengembangan ekraf. Setelah kesepakatan ini, langkah yang secapatnya dilakukan Bekraf adalah memfasilitasi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha ekraf guna melindungi para usaha lokal.

“Sebanyak 100 sertifikasi HAKI yang akan kita fasilitasi. Kalau seandainya ini masih kurang, tiga bulan ke depan kita kembali lagi untuk memfasilitasi sertifikasi HAKI,” jelasnya.

Ada 16 subsektor ekraf, yakni aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni? rupa, televisi dan radio. Saat ini, pihaknya akan memetakan potensi pelaku-pelaku ekraf yang akan didukung Bekraf. Diakui Hassan, dari 16 sub sektor ekraf, dirinya belum mengetahui sektor mana yang menjadi unggulan di Kota Pontianak.

“Apakah di film, griya, kuliner dan lainnya. Itu yang nanti akan kita fasilitasi kita bantu. Kalau nanti misalnya katakanlah kopi, mulai dari brandingnya, packagingnya, kita bantu supaya lebih menarik,” katanya.

Peran media dalam pengembangan ekraf juga disebutnya tak kalah penting. Sebab, dengan kontribusi media diharapkan ekonomi kreatif di Indonesia dapat berkembang semakin pesat dan menguntungkan, karena media selalu berusaha memberikan informasi yang baru setiap harinya dengan berbagai kreatifitas dan inovasi dalam penyajiannya.

“Makanya dalam Penta Helix melibatkan stakeholder diantaranya Academician, Business, Community, Government and Media (ABCGM),” ucapnya. (Wati Susilawati)