Kepala Lembaga Administrasi Negara Puji Inovasi Pemkot Orisinil

Pontianak – Inovasi-inovasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menuai pujian dari Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Adi Suryanto. Pasalnya, ia menilai inovasi-inovasi dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemkot Pontianak merupakan orisinil atau asli dari ide dan gagasan yang dihasilkan jajaran SKPD Pemkot Pontianak.

“Ini merupakan sesuatu yang membanggakan,” sebutnya saat meninjau stand usai peresmian  pembukaan Pameran Pekan Laboratorium Inovasi Daerah dan Pameran Produk Unggulan Khas Daerah di Pontianak Convention Centre (PCC), Jumat (21/10).

Menurutnya, inovasi yang membanggakan adalah inovasi dimana ketika orang melihatnya ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Indikator itu menjadi parameter suatu inovasi yang membanggakan. Adi menyebut, sah-sah saja meniru dan ditiru dalam proses belajar, termasuk replikasi dalam inovasi. Bila ada daerah-daerah yang memiliki keterbatasan, tidak perlu pusing-pusing membuat inovasi baru. Mereka bisa saja mereplikasi daerah-daerah yang sudah sukses menerapkan inovasinya. Hal ini sebagai proses pembelajaran inovasi yang akan terus berkembang.

“Itu merupakan tahap awal kita merubah sesuatu menjadi lebih baik, siapa tahu kita punya gagasan orisinil dan bisa direplikasi orang lain,” ujarnya.

Adi menjelaskan, pihaknya sudah memfasilitasi sekitar 15 kabupaten/kota dan lebih dari 4 ribu inovasi yang diciptakan. Jumlah tersebut akan terus-menerus ditingkatkan. Tidak sedikit pula kabupaten/kota yang difasilitasi menjadi laboratorium inovasi.

“Dengan cara ini ide untuk melakukan inovasi lebih sistematis dan terarah sehingga mereka bisa membuat inovasi yang mudah diimplementasikan,” tuturnya.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan,  dari inovasi-inovasi yang lahir dari jajaran Pemkot Pontianak, tidak sedikit pejabat di jajarannya diundang untuk menjadi pemateri di kabupaten-kabupaten dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan. Ia pun memberikan izin kepada jajarannya untuk berbagi terkait inovasi yang berhasil diciptakan Kota Pontianak.

“Tidak ada yang tidak saya izinkan, hingga untuk menyusun SOP pun saya izinkan. Apapun yang sudah baik dilakukan Pontianak, siapapun yang mau mencontohnya untuk diterapkan di daerah masing-masing silakan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mencontoh hal-hal yang baik dari daerah lain untuk diterapkan di Kota Pontianak. Dengan saling mengisi satu dengan lainnya akan terwujud tata kelola pemerintahan di Indonesia semakin baik.

“Saya menyampailkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada LAN dan Kemenpan-RB yang selama ini telah menyemangati kami untuk terus melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan melalui inovasi-inovasi yang akan terus kami lakukan,” tutur Sutarmidji.

Kepada Ombudsman RI, dirinya juga menyampaikan ungkapan terima kasih atas ditetapkannya Pontianak sebagai kota dengan standar pelayanan publik terbaik seluruh Indonesia. Diakui Sutarmidji, dirinya selalu mendorong jajaran Pemkot Pontianak untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai contoh, awalnya jumlah perizinan yang semula berjumlah 99 jenis izin, saat ini hanya berjumlah 17 jenis izin. Demikian juga jangka waktu proses perizinan, awalnya ada yang paling lama 42 hari kerja, sekarang waktu itu dipersingkat menjadi paling lambat 3 hari, yakni proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan, dirinya meminta kepada Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak untuk terus mempercepat urusan perizinan dengan waktu sesingkat-singkatnya.

“Sekarang sudah beberapa izin perpanjangan, masyarakat tidak perlu datang ke loket pelayanan BP2T, tetapi cukup menyampaikan melalui online kemudian kita kirim ke smartphone dan yang bersangkutan bisa mencetak sendiri sebab tanda tangan digital sudah diakui oleh Undang-undang,” pungkasnya.  (Wati Susilawati)