Browse By

Khatulistiwa Gemstone Exhibition 2015 Resmi Dibuka

Warta Volare Edisi 23 Maret 2015

Pontianak – Demam batu cincin semakin merambah di seluruh lapisan masyarakat. Tak hanya sebagai perhiasan, batu cincin juga menjadi ajang silaturrahmi antara satu sama lain yang belum saling kenal. Bahkan berawal dari sekadar basa-basi menanyakan batu cincin yang dikenakan, berujung lebih akrab dan menjadi sahabat.

“Misalnya pada suatu acara resepsi pernikahan, kita bertemu orang yang belum dikenal sama sekali. Ketika kita melihat orang itu mengenakan batu cincin yang menarik, mulailah terjadi percakapan walau hanya sekedar basa-basi menanyakan batu cincin yang dipakai tetapi akhirnya menjadi akrab,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat membuka Khatulistiwa Gemstone Exhibition 2015, Senin (23/3) di halaman Gedung Pontianak Post.

Ia mengapresiasi digelarnya pameran batu cincin ini karena selain untuk mengakomodir para pedagang dan peminat batu cincin, juga bertujuan mempromosikan batu cincin asal Kalimantan Barat seperti batu jenis kecubung.

“Apalagi harga jual batu kecubung lumayan bagus di pasaran luar dan sudah diekspor hingga ke China, Hongkong dan lain sebagainya,” katanya.

Tak ketinggalan, Edi pun mengakui memiliki koleksi 28 batu cincin dengan berbagai jenis seperti zamrud, ruby, kalimaya dan kecubung. Batu-batu permata itu dibelinya saat sebelum ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota. Setiap daerah yang dikunjunginya terutama yang terkenal dengan batu permatanya, ia menyempatkan membeli batu yang menurutnya menarik.

“Ada yang saya beli di Martapura, Balikpapan, dan daerah-daerah lainnya,” tuturnya.

Untuk mengakomodir para penggemar batu cincin, Pemkot rencananya besok, Selasa (24/3) akan meresmikan Sentra Batu Permata di Pasar Dahlia, yang akan diisi oleh 35 pedagang batu cincin.

“Dengan diisinya pedagang batu di lantai dua diharapkan aktifitas Pasar Dahlia lebih hidup,” pungkasnya. (sis)