Kibarkan Bendera Merah Putih Mulai 14 – 18 Agustus 2016

Pontianak – Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 003.1/113/Humas/2016 tanggal 2 Agustus 2016. SE yang ditandatangani Wali Kota Pontianak, Sutarmidji itu sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Nornor B1651/Kemensetneg/Ses/TU.00.04/05/2016 tanggal 25 Mei 2016. “Dalam surat edaran itu terkait penyampaian logo peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI tahun 2016,” ujarnya, Kamis (11/8).
Selain itu, dalam SE Wali Kota, seluruh SKPD di lingkungan Pemkot diminta memasang umbul-umbul dan spanduk sesuai dengan tema dan logo yang telah ditentukan. Adapun tema peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI Tahun 2016 adalah, “Indonesia Kerja Nyata”. “Sementara untuk logonya dapat diunduh di website Kementerian Sekretariat Negara di laman www.setneg.go.id,” tuturnya.
Kepada seluruh masyarakat, instansi pemerintah maupun lembaga swasta mengibarkan bendera merah putih selama lima hari berturut-turut mulai tanggal 14 – 18 Agustus 2016. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 7 Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Selain itu, kepada pemilik kantor, rumah, toko, ruko dan bangunan lainnya diharapkan melakukan pengecatan pagar dan bangunan untuk menjaga estetika keindahan kota sekaligus memeriahkan peringatan HUT Ke-71 Kemerdekaan RI Tahun 2016 ini. “Serta memasang umbul-umbul, lampu hias, dekorasi dan hiasan lainnya sebagai bentuk ekspresi semangat proklamasi kernerdekaan RI,” imbuh Sutarmidji.
Dalam rangkaian agenda peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat luas. Pertama, pada 15 Agustus 2016 agar masyarakat mengikuti siaran langsung pidato kenegaraan yang akan disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo baik melalui media elekronik maupun media informasi lainnya. Kedua, pada 17 Agustus 2016 akan diselenggarakan upacara pengibaran bendera merah putih secara terpusat di ibukota provinsi dan ibukota kabupaten/kota, disamping upacara bendera di setiap instansi, kesatuan, kampus, perguruan tinggi dan sekolah masing-masing. “Ketiga, penyelenggaraan acara-acara memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI berlandaskan pada tema dan logo yang dirayakan secara meriah dan khidmat.  Diusahakan sehemat mungkin pembiayaannya serta memperhatikan situasi dan kondisi setempat,” katanya.
Sementara untuk camat dan lurah melalui RT/RW setempat agar menyebarluaskan informasi serupa. Sehingga penulisan tema dan logo peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI benar sampai kepada masyarakat. Penyelenggaraan acara-acara hiburan hendaknya dijadikan momentum sarana pendidikan dan hiburan bagi rakyat. Penyelenggaraan acara hiburan tidak hanya terpusat di pusat kota tetapi harus menyebar ke wilayah kecamatan dan kelurahan. “Agar seluruh masyarakat di wilayah manapun bisa ikut menikmati dan berpartisipasi secara optimal,” paparnya.
Sutarmidji mengingatkan, panitia penyelenggara harus berkoordinasi dengan unsur-unsur aparat keamanan dalam setiap penyelenggaraan acara-acara hiburan yang dilaksanakan oleh masyarakat di setiap wilayah. “Agar keseluruhan acara dapat berlangsung secara tertib, aman dan lancar,” terangnya.
Semua pihak harus bisa mendorong seluas mungkin prakarsa dan kreativitas masyarakat di wilayahnya dalam penyelenggaraan acara-acara peringatan serta mengedepankan hiburan khas daerah atau tradisional. Tujuannya supaya hakekat peringatan dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat dapat benar-benar terwujud. “Pihak RT/RW diimbau untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti dan gotong royong membersihkan lingkungan di wilayahnya dalam menyambut HUT ke-71 Kemerdekaan RI,” pungkasnya. (wti)