Browse By

Klaim Tak Cukup RS Swasta Tak Terima BPJS

Warta Volare Edisi 16 Februari 2015

Pontianak – Sejumlah rumah sakit swasta yang diundang rapat di DPRD Kota Pontianak beramai-ramai enggan menerima pasien jaminan kesehatan program BPJS.

Alasannya, biaya pengobatan yang ditanggung BPJS tidak mencukupi standar rumah sakit tersebut.

Kasarnya, biaya klaim pemerintah yang disalurkan BPJS setiap kelas bahkan kelas pertama tidak cukup untuk ukuran standar rumah sakit swasta.

“Kami, sebenarnya¬† menerima jika budget untuk pertanggungan sakit pasien cukup saja untuk biaya operasional kami. Asal cukup saja, bisa kita lakukan,” kata Direktur RSS Mitra Medika dr. Markus, usai rapat, Senin (16/2).

Menurutnya, RS pemerintah dan swasta berbeda. Jika RS pemerintah semua investasi menggunakan biaya APBD beda rumah sakit swasta yang membutuhkan investasi pemodal.

“Kita butuh investasi dari swasta sementara pemerintah semua hal dibantu. Untuk itu, sekali lagi kita tidak menolak tapi kita harap pertanggungan asal cukup saja,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Hendanu, berujar, tidak ada peraturan yang mengikat rumah sakit swasta harus menerima pasien BPJS.

“Harus diakui, kita masih butuh banyak rumah sakit untuk terlibat. Tidak bisa mengandalkan pemerintah saja, akan sulit karena kamar rumah sakit selalu penuh dan tidak tertangani,” paparnya.

Diungkapkannya, rumah sakit harusnya bisa terlibat semua, tak terkecuali rumah sakit swasta.

“Di rumah sakit kota kita tidak hanya menerima pasien asal kota Pontianak saja tapi dari berbagai daerah, makanya kita sangat kewalahan menangani pasien BPJS ini,” ungkapnya.

Sementara Kepala BPJS Kota Pontianak, meminta rumah sakit swasta yang menolak pasien BPJS belajar banyak dari swasta yang ikut bergabung di jajaran rumah sakit yang bekerja sama dengan pihaknya.

Tercatat ada 10 rumah sakit, baik pemerintah dan swasta yang terlibat dalam BPJS.

“Jika mereka mengaku rugi, lihat saja rumah sakit swasta yang bersama kita. Bagaimana pun jika bicara seperti itu harus belajar banyak mereka,” ucapnya. (sis)