Kuatkan Gizi Anak Nasional

Pontianak – Membiasakan diri untuk sarapan pagi merupakan hal yang bermanfaat terutama bagi anak-anak usia sekolah. Sarapan berguna untuk menunjang konsentrasi anak saat mengikuti jam pelajaran di sekolah. Supaya anak lebih mudah sarapan di pagi hari, Walikota Pontianak, Sutarmidji punya kiat khusus.

Menurut dia, waktu terbaik untuk makan malam tidak melewati pukul 19.00 WIB sehingga ketika pagi harinya anak lebih mudah untuk menyantap sarapan.

“Hindari anak makan malam di saat menjelang tidur, tujuannya supaya ketika pagi harinya, mereka merasa lapar kemudian makan atau sarapan,” jelasnya usai membuka Kampanye Gizi dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional ke-57 dan Pekan Sarapan Nasional di halaman Asrama Haji Pontianak, Senin (20/2).

Selain menggalakkan sarapan di kalangan anak-anak usia sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga gencar melaksanakan program kantin sehat di sekolah-sekolah. Sutarmidji menjelaskan, sudah 200 lebih pedagang di kantin-kantin sekolah yang dibina oleh Pemkot Pontianak dalam pengelolaan kantin sehat. Bahkan, beberapa sekolah sudah mencanangkan lingkungan sekolahnya sebagai kawasan jajanan sehat.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan secara periodik terhadap kantin-kantint tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, parameter dari sisi kesehatan dinilai orang nomor satu di Kota Pontianak ini terus menunjukkan peningkatan semakin baik. Sebagaimana diketahui, Indeks Pembangunan Kesehatan di Kota Pontianak pernah menduduki peringkat 125. Peringkat tersebut naik secara drastis menjadi peringkat ke-23.

“Dari peringkat ini, kita bertekad untuk masuk di 15 besar. Mudah-mudahan ini bisa kita wujudkan,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, berdasarkan studi yang ada, sarapan pagi sangat penting terutama pada anak-anak usia sekolah. Sebab, pada saat mereka mengikuti pelajaran di sekolah mulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00 WIB, bila tidak ditunjang dengan sarapan, anak-anak cenderung kehilangan konsentrasi pada saat menerima pelajaran.

“Sarapan pagi merupakan hal yang sangat penting dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” sebutnya.

Banyak manfaat yang diperoleh bila setiap hari melakukan sarapan pagi. Selain akan menurunkan kegemukan, sarapan pagi juga dapat memenuhi kebutuhan energi dalam sehari hingga 30 persen. Meski pihaknya belum memiliki data berapa persen anak-anak sekolah di Kota Pontianak yang melakukan sarapan, namun berdasarkan observasi sementara, memang tidak semua anak yang melakukan sarapan. Para orang tua cenderung membekali anak-anaknya berupa uang jajan sehingga mereka lebih senang jajan dari pada membawa bekal makanan dari rumah. Namun, pihaknya mengantisipasi hal tersebut dengan memperkuat kantin-kantin sehat di sekolah.

“Kantin sehat sudah menjadi program prioritas di Kota Pontianak, dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta instansi terkait lainnya,” tutur Sidiq.

Kendati belum mencapai 100 persen kantin sekolah yang memenuhi standar sebagai kantin sehat, dalam dua tahun terakhir pihaknya berupaya memberikan pelatihan kepada pengelola kantin. Setelah dilatih, para pengelola kantin akan mengantongi sertifikat sebagai tanda bahwa dia mempunyai kemampuan dalam mengelola makanan.

“Dinas Pendidikan ini yang akan mengawasi di lapangan bersama guru, kemudian ada Dinas PU dan Cipta Karya tentang sanitasi sekolah dan kantinnya. Kantin sehat ini merupakan program kerja semua sektor,” pungkasnya.

Salah seorang siswa SDN 33 Pontianak Barat, Ahmad Rafi, mengatakan, dirinya setiap hari membawa bekal makanan dari rumah berupa nasi dilengkapi sayur, ikan goreng, tempe dan tahu. Diakuinya, ia tak pernah jajan di luar sebab sudah membawa bekal makanan dari rumah. Siswa kelas IV ini terbiasa sarapan setiap hari .

“Makannya saat jam istirahat pukul 09.00 WIB bersama teman-teman yang juga membawa bekal,” katanya. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 12.00 dan 16.00 di Volare 103.4 FM