Browse By

Lantik Tim Saber Pungli

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji melantik Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota, belum lama ini.

Sebagai penanggung jawab tim, Sutarmidji berharap adanya efektifitas dalam pelaksanaan di lapangan. Tim yang dibentuk atas amanat Presiden ini menurutnya selaras dengan apa yang telah dicapai Pontianak sebagai kota dengan standar pelayanan publik terbaik se-Indonesia serta penghargaan standar tata kelola yang diraih Polresta Pontianak.

“Sebagai kota jasa dan perdagangan, jika pelayanannya baik, cepat dan murah, maka kota ini akan selalu menjadi pilihan investasi. Kemudahan investasi dan kecepatan perizinan harus diikuti dengan transparansi pembiayaan,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji juga mengingatkan jajarannya jangan sampai ada yang menjadi target tangkapan pertama Tim Saber Pungli. Bila itu terjadi, pihaknya tidak akan mentolerirnya. Selain itu, dirinya meminta masyarakat turut mendukung kinerja tim dalam memberantas pungli.

“Meninggalkan budaya pungli itu juga menjadi bentuk dukungan dari masyarakat,” ucap orang nomor satu di Pontianak ini.

Ia menyebut beberapa wilayah rawan terjadinya pungli adalah bagian KIR kendaraan yang ada pada Dinas Perhubungan, pelabuhan dan jembatan timbang. Bahkan pernah terjadi, ada kendaraan yang KIR-nya ditolak di Kota Pontianak, namun justru ia mendapat izin dari kabupaten lain.

“Yang seperti itu sudah pasti pungli, untuk itu saya sudah minta kepala dinas terkait saling berkoordinasi dengan kepala dinas daerah lain,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo menyebut, pihaknya sudah memetakan daerah atau wilayah mana saja yang rawan pungli. Namun dirinya masih merahasiakan daerah-daerah rawan tersebut.

“Nah, tempatnya itu rahasia, itu masih dalam penyelidikan, belum bisa kita sampaikan sekarang. Tapi tentunya dengan apa yang dilakukan tim Saber Pungli Polda, ini menjadi pelajaran bagi kita bersama, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus berbenah diri, karena kota kita kota pelayanan.” ujarnya.

Kota Pontianak yang mendapat predikat terbaik dalam hal pelayanan dikatakannya menuntut adanya kepuasan masyarakat. Kepuasan ini pun bisa didapat lewat transparansi, kecepatan, kenyamanan dan tidak adanya pungli. Adanya tim ini tentu diharap memberi dampak positif bagi semua personel di semua sentra pelayanan termasuk di lapangan. Termasuk pula langkah-langkah pembinaan oleh masing-masing instansi.

“Kita juga berharap tidak ada yang ditangkap dan sebagainya, untuk apa jika memang semuanya bisa lebih baik,” katanya. (Wati Susilawati)