Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Soroti Kebocoran PDAM

Pontianak – Meskipun laba PDAM Tirta Khatulistiwa mengalami peningkatan, namun tidak dengan tingkat kebocoran air. Tercatat,  hingga kini belum dapat teratasi seminimal mungkin, begitu juga dengan cakupan layanan air bersih.
Hal ini menjadi pertanyaan kalangan Wakil Ketua  DPRD Kota Pontianak Heri Mustamin, ketika menyoroti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Tahun Anggaran 2015, pasca degar pendapat dengan para pakar, Senin lalu.
“Apakah ini karena pipanya yang bocor atau apa, kalau menurut pakar kebocoran itu bisa terjadi antara air yang terjual dengan stok air”, jelas Heri.
Menurutnya lagi, kebocoran air di akibatkan adanya kerusakan infrastruktur jaringan air bersih bisa di lihat secara fisik. Akan tetapi, jika di akibatkan adanya penyimpangan pemakaian PDAM oleh masyarakat, patut kiranya menjadi sorotan.
Meskipun kinerja PDAM di anggap sudah baik, namun menurut Politisi Partai Golongan Karya ini menilai perlu adanya audit dari BPK RI secara kontinyu tanpa di minta. Mengingat, selama ini audit yang pernah di laksanakan, berdasarkan permintaan dari PDAM sendiri. Bahkan, sekelas BUMD yang mendapat anggaran dari pemerintah, langsung di audit oleh BPK.
”Kalau perlu kita minta audit secara khusus, katanya PDAM pernah di audit sesuai permintaan. Tapi, menurut Undang-undang, satu rupiah uang APBD masuk ke BUMD, harus di audit BPK”, ucapnya. (Wati)