Browse By

Lindungi Pekerja Lokal

Pontianak –¬†Maraknya para pekerja asing masuk ke Indonesia, tak terkecuali di Kalimantan Barat menimbulkan kehkawarirkan bagi Ketua Konfederasi Serikat Buruh Kalbar, Suherman.

Menurut dia, saat ini banyak tenaga kerja asal Tiongkok tersebut masuk tanpa izin resmi bekerja, padahal sudah jelas dalam aturan para pekerja asing wajib mengantongi izin resmi sesuia ketentuan.

“Kita harus waspada, jangan ini mereka manfaatkan untuk kepentingan perusahaan atau persoarangan. Di Singkawang baru-baru ini ada pekerja asing yang ilegal dan itu diamankan. Bayangkan yang belum tertangkap pasti banyak, tetapi hanya segelintir yang ketahuan saja,” ujarnya.

Menurutnya, tidak masalah jika banyak pekerja asing bekerja di Kalbar, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku dan merupakan tenaga ahli yang memang khusus bukan pekerja kebanyakan yang sebanarnya orang lokal pun bisa mengisi lowongan pekerjaan tersebut.

“Jika banyak tenaga kerja asing yang bekerja di sektor kebanyakan, seperti tukang bangunan maupun pekerjaan remeh temah itu yang kita protes, karena bisa mematikan para pekerja lokal kita. Tidak masalah jika mereka bekerja di sektor profesional, tapi tidak untuk pekerja biasa,” paparnya.

Tidak bisa dipungkiri gaji yang diteriam pekerja asing jauh melampaun pekerja lokal. Hal itu juga yang membuat pihaknya protes keras karena tidak adil.

“Salah satu hal mengapa mereka banyak datang ke sini karena gajinya besar. Bayangkan yang pekerja biasa saja bisa digaji 5-6 juta per bulan, sementara pekerja lokal kita dengan tugas yang sama hanya digaji sesuai UMP. Itu yang menggugah kita karena sangat tidak adil,” terang dia.

Untuk itu, ia meminta pemerintah, baik pusat maupun Kalbar untuk menangani masalah ini karena ia melihat ini sudah menjadi isu nasional, karena bukan hanya di Kalbar saja tetapi di sejumlah daerah juga  mengalami hal yang sama.

“Pemerintah jangan hanya menindak lalu selesai, tetapi jangan sampai terulang lagi. Aturan yang ada harus tegas diberlakukan karena ini bisa megancam nasib keberlanjutan para pekerja kita ke depan,” ucapnya. (Wati Susilawati)