Browse By

Maksimalkan Kinerja Camat dan Lurah

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji menyebut, dari jumlah RT/RW secara keseluruhan sebanyak sekitar 300, bila 150 RW saja mampu mandiri dalam hal penanganan sampah dan lingkungannya, dinilainya sebagai suatu hal luar biasa. Bisa terwujudnya itu tidak terlepas dari binaan camat dan lurah dalam menggerakkan warganya.

“Sekarang saya akan maksimalkan kinerja camat dan lurah. Tahun depan anggaran akan dititikberatkan pada program yang ada di kecamatan dan kelurahan,” ujarnya usai apel dalam rangka Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah (Otda) ke-20 tahun 2016 di halaman Kantor Wali Kota, Senin (25/4).

Ia mengapresiasi kinerja camat dan lurah yang dinilainya semakin baik sehingga bisa menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya dengan bergotong royong, membersihkan saluran air atau parit-parit. Dengan demikian, ketika hujan dengan intensitas besar, air tidak terlalu lama menggenangi ruas jalan. Genangan air yang biasa berlangsung hingga 9 jam lamanya, berangsur turun menjadi 6 jam dan kini tidak sampai 3 jam genangan air sudah surut. “Ini merupakan suatu prestasi kerja yang baik,” ungkap Sutarmidji.

Momentum HUT Otda ke-20 ini, dirinya meminta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk terus meningkatkan kinerjanya. Kendati faktanya kinerja Pemkot dinilainya sudah sangat baik, efektif dan efisien.

“Kalau terkait penilaian secara formal dan lain sebagainya, kita tidak peduli itu. Sebab kadang penilaian formal itu tidak obyektif. Yang jelas, kita semakin hari membuat masyarakat Kota Pontianak semakin nyaman dan bahagia, itu tujuan dari Pemkot,” imbuhnya.

Kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ia juga berpesan supaya beberapa hal yang perlu diperbaiki segera diperbaiki kinerjanya. Sementara terhadap pejabat yang kinerjanya dinilai lamban, ia mengancam akan mengganti pejabat yang bersangkutan. “Pejabat yang kinerjanya lamban akan saya ganti,” ancamnya.

Satpol PP Kota Pontianak diminta menegakkan aturan secara humanis dan tidak bertindak arogan serta mengedepankan tindakan persuasif. Namun apabila warga yang melanggar aturan masih membandel, ia menegaskan untuk menjatuhkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) kepada yang bersangkutan.

“Saya berharap Dinas Perhubungan menjalankan tugasnya dengan baik serta menciptakan lalu lintas semakin lancar dan tertib,” pungkasnya. (Wati Susilawati)